Single News

Bupati Sumbawa Nyoblos di Karang Dima, Titip Pesan: Beda Pilihan Jangan Putus Persaudaraan

Tamanews.id, Sumbawa – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., turut menyalurkan hak pilihnya dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 di Desa Karang Dima, Senin, 7 September 2026.

Bupati Sumbawa mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Dusun Bangkong, Desa Karang Dima. Kehadiran Bupati menjadi bagian dari momentum pesta demokrasi masyarakat desa yang berlangsung serentak di Kabupaten Sumbawa.

Melalui momentum tersebut, Bupati mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bijak serta menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.

Menurutnya, Pilkades bukan hanya tentang memilih sosok yang akan memimpin desa, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses demokrasi di tingkat desa. Masyarakat diberikan ruang untuk menentukan pemimpin yang dinilai mampu membawa desa menjadi lebih baik.

Karena itu, setiap warga diharapkan menggunakan hak pilih berdasarkan hati nurani dan pertimbangan yang matang. Perbedaan pilihan dalam sebuah kontestasi politik merupakan hal yang wajar dan harus disikapi dengan kedewasaan.

Pilkades berlangsung di tengah masyarakat yang memiliki hubungan sosial sangat dekat. Para calon dan pendukungnya bisa berasal dari keluarga, kerabat, tetangga maupun lingkungan pergaulan yang sama. Kondisi tersebut membuat persaudaraan menjadi hal yang harus tetap dijaga meskipun pilihan politik berbeda.

Bupati mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak menjadi alasan masyarakat untuk saling bermusuhan maupun memutus hubungan persaudaraan.

“Beda pilihan adalah hal biasa, persaudaraan harus tetap terjaga,” menjadi pesan penting Bupati dalam momentum Pilkades Serentak Kabupaten Sumbawa 2026.

Selain menjaga persaudaraan, masyarakat juga diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Terlebih, perkembangan media sosial membuat berbagai informasi dapat menyebar dengan cepat dan berpotensi memengaruhi suasana di tengah masyarakat.

Seluruh pihak diharapkan dapat menjaga Pilkades tetap aman, damai, jujur dan demokratis. Calon kepala desa, tim pendukung, panitia dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan proses demokrasi di tingkat desa berjalan dengan baik.

Bupati juga mengingatkan bahwa setelah proses pemungutan dan penghitungan suara selesai, masyarakat akan kembali menjalani kehidupan bersama sebagai satu kesatuan. Siapa pun yang terpilih nantinya memiliki tanggung jawab untuk membangun desa dan memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat, bukan hanya kepada kelompok pendukungnya.

Karena itu, hasil Pilkades diharapkan dapat diterima secara dewasa. Masyarakat yang calon pilihannya tidak terpilih tetap memiliki peran penting dalam pembangunan desa. Sebaliknya, calon yang memperoleh kepercayaan masyarakat juga membutuhkan dukungan seluruh elemen untuk menjalankan amanah dan program pembangunan.

Pilkades Serentak Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan pemimpin desa, tetapi juga memperkuat budaya demokrasi dan partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan di wilayah masing-masing.

Momentum pencoblosan yang dilakukan Bupati Sumbawa di Desa Karang Dima sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk menggunakan hak politik secara bertanggung jawab, menghormati perbedaan dan menjaga suasana tetap kondusif.

Sebab, pesta demokrasi hanya berlangsung sesaat, sementara persaudaraan dan kehidupan bermasyarakat harus terus berjalan.

Dengan semangat kebersamaan, Bupati Sumbawa mengajak seluruh masyarakat menyukseskan Pilkades Serentak 2026 dengan menjunjung tinggi kejujuran, kedamaian dan demokrasi, serta memastikan perbedaan pilihan tidak menghilangkan persaudaraan.