Sumbawa, Tamanews.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Hal tersebut ditandai dengan dibukanya secara resmi Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Paskibraka Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., di Hotel Tambora Sumbawa, Rabu (5/8/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumbawa I Ketut Sumadiartha, S.H., para pelatih, pendamping, calon anggota Paskibraka, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Sekda Sumbawa menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah besar yang hanya diraih oleh putra-putri terbaik daerah melalui proses seleksi yang ketat.
“Menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar tugas mengibarkan bendera. Ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk menjadi teladan, memiliki disiplin tinggi, menjaga kekompakan, serta menunjukkan semangat nasionalisme dalam setiap tindakan,” ujar Sekda.
Ia berharap seluruh peserta mampu mengikuti setiap tahapan pendidikan dan pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga siap menjalankan tugas pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Seleksi Ketat, Hanya 29 Peserta Lolos
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Sumbawa I Ketut Sumadiartha menjelaskan bahwa pembentukan Paskibraka merupakan bagian dari program nasional dalam menyiapkan calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.
Menurutnya, proses pembentukan Paskibraka dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yakni rekrutmen dan seleksi, pemusatan pendidikan dan pelatihan, serta pengukuhan.
Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, netral, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN).
Proses seleksi diawali dengan sosialisasi ke SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Sumbawa, dilanjutkan pendaftaran, seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, tes Ideologi Pancasila, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Inteligensia Umum (TIU), seleksi peraturan baris-berbaris, kesamaptaan, wawancara, hingga penentuan akhir (pantukhir).
“Dari 218 peserta yang mendaftar, sebanyak 29 peserta dinyatakan lulus seleksi,” jelasnya.
Dari jumlah tersebut, tiga peserta berhasil lolos sebagai calon Paskibraka tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, masing-masing berasal dari SMA Negeri 1 Sumbawa, SMA Negeri 2 Sumbawa, dan SMA Negeri 3 Sumbawa.
Sementara itu, sebanyak 26 peserta lainnya ditetapkan sebagai calon anggota Paskibraka Kabupaten Sumbawa yang terdiri atas 13 putra dan 13 putri dari berbagai SMA, SMK, dan MA di Kabupaten Sumbawa.
Digembleng Selama 14 Hari
Kepala Bakesbangpol menambahkan, seluruh peserta yang dinyatakan lulus saat ini masih berstatus calon anggota Paskibraka dan baru akan resmi dikukuhkan pada 16 Agustus 2026.
Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan mengacu pada Peraturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 3 Tahun 2022 sebagai aturan pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.
Melalui pendidikan dan pelatihan tersebut, para peserta tidak hanya dibekali kemampuan teknis kepaskibrakaan, tetapi juga diperkuat nilai-nilai kebangsaan, kepemimpinan, patriotisme, cinta tanah air, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kehidupan sehari-hari.
Pemusatan pendidikan dan pelatihan dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, mulai 5 hingga 18 Agustus 2026, bertempat di Hotel Tambora Sumbawa.
Selama mengikuti pendidikan dan pelatihan, seluruh calon anggota Paskibraka diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara penuh dan tidak diperkenankan meninggalkan lokasi pelatihan hingga seluruh agenda selesai.
Melalui pembinaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap lahir generasi muda yang tidak hanya siap menjalankan tugas mengibarkan Sang Saka Merah Putih, tetapi juga menjadi kader bangsa yang berintegritas, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.


