SUMBAWA, Tamanews.id – Keberhasilan Kabupaten Sumbawa dalam mengembangkan sektor pertanian melalui Program UPLAND (The Development of Integrated Farming Systems in Upland Areas) kembali mendapat pengakuan internasional. Tim International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang dipimpin langsung Country Director IFAD, Mr. Hani Elsadani, memberikan apresiasi atas capaian Program UPLAND yang dinilai berhasil meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani bawang merah di Kabupaten Sumbawa.


Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan lapangan dan audiensi bersama Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., di Ruang Rapat H. Hasan Usman, Lantai I Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (14/7/2026).
Turut hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, tim pelaksana Program UPLAND, serta perwakilan pemerintah daerah yang selama ini terlibat dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Sumbawa.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir. Ni Wayan Rusmawati, M.Si., memaparkan berbagai capaian Program UPLAND sejak mulai dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa.
Ia menjelaskan bahwa pada Tahap I (2023–2024), target pengembangan bawang merah seluas 800 hektare berhasil dilampaui hingga mencapai 853 hektare.
Sementara pada Tahap II (2025–2026), program kembali dikembangkan dengan cakupan lahan seluas 300 hektare sebagai bagian dari upaya memperluas kawasan sentra produksi bawang merah di Kabupaten Sumbawa.
Selama enam tahun pelaksanaan program, UPLAND telah memberikan manfaat kepada 1.838 kepala keluarga petani yang tergabung dalam 143 kelompok tani, tersebar di 19 kecamatan dan 51 desa di Kabupaten Sumbawa.
Selain pendampingan budidaya, program ini juga menghadirkan berbagai dukungan infrastruktur pertanian yang secara langsung meningkatkan produktivitas lahan.
Di antaranya pembangunan 22,5 kilometer jalan usaha tani, pembangunan 495 unit infrastruktur air yang terdiri atas 441 sumur dangkal dan 54 sumur dalam, penyediaan 287 unit alat dan mesin pertanian (alsintan), serta bantuan 1.147 ton bibit bawang merah untuk pengembangan lahan seluas 1.148 hektare.
Menurut Ni Wayan Rusmawati, dampak ekonomi yang dihasilkan program tersebut sangat signifikan.
Saat ini budidaya bawang merah di Kabupaten Sumbawa mampu menghasilkan keuntungan bersih antara Rp100 juta hingga Rp190 juta per hektare dalam satu musim tanam.
Dengan dua kali masa tanam setiap tahun, petani berpotensi memperoleh pendapatan lebih dari Rp200 juta per hektare per tahun, menjadikan bawang merah sebagai salah satu komoditas pertanian dengan nilai ekonomi tinggi.
Ia juga memaparkan sejumlah kisah sukses petani peserta Program UPLAND.
Salah satunya Pak Ragif yang berhasil memperoleh keuntungan hingga Rp445 juta, serta Ibu Erliyanti yang meraih keuntungan sekitar Rp350 juta hingga mampu mewujudkan impiannya berangkat menunaikan ibadah umrah.
Selain itu, banyak petani lainnya yang kini mampu membangun rumah permanen, membuat sumur bor, serta meningkatkan taraf hidup keluarga berkat hasil usaha tani bawang merah.
Sementara itu, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., menyampaikan bahwa Program UPLAND telah menjadi salah satu contoh keberhasilan pembangunan sektor pertanian berbasis pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, dengan dukungan anggaran sekitar Rp105 miliar, program tersebut tidak hanya membangun infrastruktur pertanian, tetapi juga berhasil mengubah pola pikir petani menjadi lebih modern, produktif, dan mandiri.
Pendampingan teknis, penggunaan pupuk organik, peningkatan kapasitas petani, hingga penerapan budidaya yang lebih efisien menjadi bagian penting dalam keberhasilan program tersebut.
“Keberhasilan UPLAND bukan hanya diukur dari pembangunan fisik maupun besarnya anggaran yang diserap. Yang paling penting, program ini telah mengangkat martabat petani Sumbawa. Mereka mampu mengembangkan bawang merah sebagai komoditas unggulan sekaligus menikmati manfaat ekonomi yang nyata bagi keluarga,” tegas Bupati.
Bupati berharap keberhasilan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga Kabupaten Sumbawa semakin dikenal sebagai salah satu sentra produksi bawang merah unggulan di Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Country Director IFAD, Mr. Hani Elsadani, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terbangun antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengimplementasikan Program UPLAND.
Menurutnya, keberhasilan Kabupaten Sumbawa menjadi bukti bahwa kolaborasi yang baik mampu menghasilkan perubahan nyata terhadap kesejahteraan petani.
“Capaian ini menunjukkan adanya kolaborasi yang sangat kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kami berharap pengalaman Kabupaten Sumbawa dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Hani Elsadani.
Keberhasilan Program UPLAND di Kabupaten Sumbawa diharapkan menjadi model pembangunan pertanian berkelanjutan yang mampu meningkatkan daya saing komoditas lokal, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan melalui sektor pertanian yang modern, produktif, dan berorientasi pada kesejahteraan petani.


