Sumbawa, Tamanews.id – Komitmen menghadirkan pendidikan yang setara bagi seluruh anak terus diperkuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa. Melalui kegiatan monitoring pendidikan inklusif, jajaran Dikbud turun langsung ke sejumlah sekolah guna memastikan layanan bagi peserta didik penyandang disabilitas berjalan optimal.
Kegiatan yang dilaksanakan pada April 2026 ini dipimpin oleh Kasubag Program Dikbud Sumbawa, Iwan Satriawan, bersama tim. Monitoring dilakukan di berbagai satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusif, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya evaluasi sekaligus pembinaan terhadap sekolah-sekolah penyelenggara pendidikan inklusif, agar layanan yang diberikan tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar mampu menjawab kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan peninjauan langsung ke sekolah untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana pendukung, metode pembelajaran yang diterapkan, hingga peran tenaga pendidik dalam mendampingi siswa penyandang disabilitas.
Tidak hanya itu, monitoring juga difokuskan pada identifikasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Mulai dari keterbatasan fasilitas penunjang, minimnya tenaga pendidik yang memiliki kompetensi khusus, hingga kebutuhan penguatan program yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Menurut Iwan Satriawan, pendidikan inklusif merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjamin hak setiap anak untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak, tanpa diskriminasi.
“Pendidikan inklusif bukan sekadar program, tetapi komitmen bersama untuk memastikan semua anak memiliki kesempatan yang sama dalam belajar dan berkembang,” ujarnya.
Ia menegaskan, kualitas layanan pendidikan inklusif harus terus ditingkatkan, baik dari sisi infrastruktur, kapasitas guru, maupun dukungan kebijakan. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang ramah, adaptif, dan mendukung tumbuh kembang seluruh peserta didik.
Kegiatan monitoring ini juga diharapkan mampu menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran ke depan. Data dan temuan di lapangan akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat program pendidikan inklusif di Kabupaten Sumbawa.
Dikbud Sumbawa menilai bahwa keberhasilan pendidikan inklusif tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.
Langkah ini sekaligus menegaskan arah pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sumbawa yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai keadilan dan kesetaraan.
Ke depan, Dikbud Sumbawa berkomitmen untuk terus mendorong penguatan pendidikan inklusif sebagai bagian penting dalam menciptakan generasi yang unggul, berdaya saing, dan tetap menghargai keberagaman.