Single News

112 Warga Belajar Ikut TKA Paket B di Sumbawa, Ujian Berbasis Komputer Berjalan Mulus Tanpa Kendala

Sumbawa, Tamanews.id – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kesetaraan Paket B Tahun 2026 di Kabupaten Sumbawa berjalan tertib dan lancar. Ujian yang menjadi bagian dari program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini diikuti oleh ratusan warga belajar dari berbagai pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

Sebanyak 112 peserta yang telah terdaftar dalam Daftar Nominasi Tetap (DNT) mengikuti ujian berbasis komputer atau Computer-Based Test (CBT) yang berlangsung sejak 6 hingga 16 April 2026. Para peserta berasal dari 13 satuan pendidikan yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumbawa.

Pelaksanaan TKA dibagi dalam beberapa gelombang. Untuk Kabupaten Sumbawa, lima satuan pendidikan mengikuti Gelombang Khusus pada 11–12 April 2026, sementara delapan satuan pendidikan lainnya mengikuti Gelombang III pada 13–14 April 2026.

Seluruh peserta merupakan warga belajar Paket B setara jenjang SMP yang datanya telah terverifikasi melalui sistem Dapodik serta terdaftar pada laman resmi TKA. Ujian dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan, baik di PKBM maupun Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dengan dukungan penuh tim teknis di lapangan.

Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan, setiap lokasi ujian dilengkapi dengan proktor, pengawas, dan teknisi yang bertugas mengawal jalannya sistem, baik secara daring maupun luring. Hasilnya, seluruh tahapan ujian dapat berlangsung tanpa hambatan berarti.

Materi yang diujikan dalam TKA meliputi mata pelajaran inti seperti Bahasa Indonesia yang berfokus pada kemampuan literasi, serta Matematika untuk mengukur numerasi. Selain itu, peserta juga mengikuti tiga mata pelajaran pilihan sesuai dengan minat dan kebutuhan masing-masing.

TKA sendiri tidak menjadi penentu kelulusan, melainkan berfungsi sebagai instrumen untuk mengukur capaian akademik peserta didik. Hasil ujian nantinya akan dituangkan dalam bentuk sertifikat yang memiliki nilai penting sebagai penyetaraan pendidikan formal setara SMP.

Tak hanya itu, hasil TKA juga menjadi salah satu acuan dalam pemetaan mutu pendidikan, sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai syarat untuk mengikuti jalur prestasi pada jenjang pendidikan berikutnya.

Dalam pelaksanaannya, evaluasi dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari tingkat kehadiran peserta, kesiapan infrastruktur, hingga kendala teknis yang mungkin muncul selama proses ujian berlangsung. Koordinasi intensif juga terus dilakukan antara tim teknis di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat guna menjaga kualitas pelaksanaan.

Pihak penyelenggara berharap, hasil dari TKA ini dapat memberikan gambaran yang lebih akurat terkait kemampuan akademik warga belajar kesetaraan. Selain itu, sertifikat yang nantinya diterbitkan diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi peserta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja.

Keberhasilan pelaksanaan TKA Paket B tahun ini juga menjadi indikator bahwa sistem pendidikan kesetaraan di Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan perkembangan positif, khususnya dalam pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang lebih inklusif dan adaptif.