Tamanews.id – Sumbawa. Kekayaan kuliner tradisional kembali menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui penyelenggaraan Festival Pindang Belik Kecamatan Lantung 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Lantung, Kamis (30/7/2026), dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus penguatan potensi ekonomi masyarakat.



Bagi masyarakat Lantung, Pindang Belik bukan sekadar hidangan tradisional, melainkan bagian dari identitas budaya yang lahir dari kearifan lokal dan perjalanan panjang masyarakat pegunungan dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumbawa menegaskan bahwa kuliner tradisional memiliki nilai sejarah, budaya, hingga ketahanan pangan yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Pindang Belik bukan hanya makanan khas Lantung, tetapi juga warisan budaya yang menggambarkan kecerdasan masyarakat tempo dulu dalam beradaptasi dengan lingkungan. Tradisi ini harus terus kita lestarikan sebagai bagian dari identitas Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.
Menurut Bupati, sejak dahulu masyarakat Lantung telah mengenal konsep ketahanan pangan melalui teknik pengawetan hasil perikanan secara sederhana namun efektif. Pengetahuan lokal tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat telah memiliki cara-cara mandiri dalam menjaga ketersediaan pangan jauh sebelum berkembangnya teknologi modern.
Ia menilai, nilai-nilai kearifan lokal seperti inilah yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Selain menjadi upaya pelestarian budaya, Festival Pindang Belik juga dinilai mampu menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Lantung. Berbagai produk olahan pangan lokal dan kuliner khas masyarakat diperkenalkan kepada para pengunjung sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis potensi daerah.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap festival tersebut dapat menjadi agenda budaya yang terus dikembangkan, sehingga mampu menarik minat wisatawan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Suasana kegiatan semakin semarak ketika Bupati membacakan pantun khas Samawa yang mengundang tepuk tangan masyarakat.
Sai sate nyaman mangan
Laga datang lako Lantung
Ma tu kakan Pindang Belik
Totang nyaman Pindang Belik
Lantar batu barari ulik
Ya kalupa mo ramalik
Pantun tersebut menjadi simbol kedekatan pemimpin dengan budaya lokal sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk terus mencintai dan melestarikan kuliner tradisional sebagai bagian dari jati diri Tana Samawa.
Melalui Festival Pindang Belik 2026, Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga warisan budaya daerah, memperkuat ketahanan pangan berbasis kearifan lokal, serta mendorong pengembangan ekonomi masyarakat melalui potensi kuliner dan pariwisata yang dimiliki Kecamatan Lantung.


