Single News

Duka di Tengah Malam, Rumah Pasutri di Bajo Medang Ludes Dilalap Si Jago Merah, Kerugian Capai Rp150 Juta

TAMANEWS.ID, SUMBAWA — Tangis dan kepanikan pecah di tengah malam saat kebakaran hebat melanda sebuah rumah warga di Dusun Sia Sayangi, RT 12 RW 03, Desa Bajo Medang, Kabupaten Sumbawa, Selasa (25/8/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 00.20 WITA tersebut menghanguskan satu unit rumah milik pasangan suami istri, Aldi dan Fitriani. Kobaran api dengan cepat membesar dan melalap bangunan beserta seluruh barang yang berada di dalamnya.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Namun, kerugian material yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp150 juta.

Berdasarkan keterangan warga setempat, Mantang, api diduga berasal dari tungku dapur yang belum sepenuhnya dimatikan. Api kemudian membesar dan merembet ke bagian bangunan rumah yang mudah terbakar.

Kondisi tersebut membuat api dengan cepat menjalar ke hampir seluruh bagian rumah. Dalam waktu singkat, bangunan tempat Aldi dan Fitriani tinggal berubah menjadi kobaran api.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berhamburan keluar rumah. Mereka kemudian berusaha membantu memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia.

Kondisi permukiman yang berada di wilayah tersebut membuat warga harus bergerak cepat agar kobaran api tidak merembet dan membahayakan rumah-rumah lainnya.

Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.00 WITA.

Meski api berhasil dikendalikan, kondisi rumah korban sudah tidak dapat diselamatkan. Bangunan beserta sebagian besar barang di dalamnya hangus terbakar.

Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan tempat tinggal, tetapi juga meludeskan sejumlah aset yang digunakan korban untuk kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas usaha.

Beberapa barang yang ikut terbakar antara lain empat unit mesin ketinting, satu unit mesin pabrik kelapa, serta empat buah jaring baru lengkap dengan timah dan batu jaring.

Barang elektronik dan perhiasan juga tidak luput dari kobaran api. Di antaranya satu unit kulkas freezer serta perhiasan emas seberat 15 gram.

Tidak hanya itu, uang tunai sekitar Rp1,5 juta, empat unit lemari yang ditaksir senilai Rp7 juta, serta satu set sofa dan meja dengan nilai sekitar Rp8 juta turut hangus terbakar.

Seluruh perabotan dan perlengkapan rumah tangga lainnya juga ikut menjadi korban ganasnya kobaran api.

Jika seluruh aset dan barang yang terbakar dihitung, total kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp150 juta.

Musibah tersebut meninggalkan duka mendalam bagi Aldi dan Fitriani. Api yang membesar begitu cepat membuat pasangan suami istri itu tidak memiliki cukup waktu untuk menyelamatkan harta benda mereka.

Rumah yang sebelumnya menjadi tempat berlindung dan menyimpan berbagai kebutuhan hidup kini telah rata dilalap api.

Dalam kondisi tersebut, korban kini harus menghadapi kenyataan kehilangan tempat tinggal sekaligus sebagian besar harta benda yang mereka miliki.

Tidak banyak yang tersisa setelah kebakaran. Bahkan kebutuhan dasar untuk menjalani kehidupan sehari-hari pun ikut musnah bersama rumah mereka.

Saat ini, Aldi dan Fitriani membutuhkan bantuan darurat, terutama berupa pakaian, bahan makanan, serta tempat tinggal sementara untuk berlindung setelah rumah mereka habis terbakar.

Musibah yang dialami pasangan tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan rumah, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas memasak dan penggunaan sumber api pada malam hari.

Bagi korban, malam 25 Agustus 2026 bukan sekadar malam biasa. Dalam hitungan jam, rumah dan harta benda yang dikumpulkan selama bertahun-tahun harus hilang akibat kobaran api.

Kini, harapan Aldi dan Fitriani bertumpu pada uluran tangan masyarakat dan berbagai pihak yang peduli. Bantuan sekecil apa pun akan sangat berarti untuk membantu mereka kembali bangkit dan menjalani kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal serta hampir seluruh harta benda akibat musibah tersebut.