Single News

67 Calon Kades Deklarasikan Pilkades Damai, Bupati Sumbawa: Kalah untuk Bangkit, Menang untuk Amanah

Sumbawa, TamaNews.id – Sebanyak 67 calon kepala desa (Cakades) dari 20 desa di Kabupaten Sumbawa mendeklarasikan komitmen untuk mewujudkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 yang aman, tertib, damai, dan demokratis.

Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2026 tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Senin (24/8/2026), di Aula H. Madelaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa.

Kegiatan dihadiri Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Staf Ahli, Asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh calon kepala desa, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Deklarasi ini menjadi salah satu tahapan penting menjelang pelaksanaan Pilkades serentak yang akan berlangsung di 20 desa pada 11 kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

Kepala DPMD Kabupaten Sumbawa sekaligus Ketua Panitia Kabupaten, Ulumudin, S.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa deklarasi damai dilaksanakan setelah panitia pemilihan kepala desa menetapkan para calon kepala desa pada 19 Agustus 2026.

Sebanyak 20 desa yang akan mengikuti Pilkades Serentak 2026 tersebut meliputi Desa Telaga, Dete, Padesa, Aimual, Sepukur, Pemasar, Ranan, Bunga Eja, Pamanto, Jotang Beru, Pidang, Banda, Mapin Beru, Karang Dima, Labuhan Ijuk, Nijang, Tatede, Rhee, Prode 1, dan Labangka.

Dari 20 desa tersebut, telah ditetapkan sebanyak 67 calon kepala desa yang akan mengikuti kontestasi untuk memperebutkan kepercayaan masyarakat di masing-masing desa.

Menurut Ulumudin, Deklarasi Damai bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membangun kesepahaman dan memperkuat komitmen seluruh calon kepala desa beserta pendukungnya.

Para calon diharapkan mampu mengikuti seluruh tahapan pemilihan dengan menjunjung tinggi sportivitas, menghindari konflik, serta menghormati perbedaan pilihan di tengah masyarakat.

“Deklarasi damai ini bertujuan menggalang dan memperkuat komitmen seluruh calon kepala desa untuk menciptakan pelaksanaan pemilihan yang aman, tertib, damai dan kondusif,” jelasnya.

Calon Kades Ikrar Jaga Persaudaraan

Komitmen tersebut kemudian dituangkan melalui pembacaan Deklarasi Damai yang dipimpin perwakilan calon kepala desa, Sudirman, calon Kepala Desa Jotang Beru. Pembacaan deklarasi kemudian diikuti oleh seluruh calon kepala desa yang hadir.

Setelah pembacaan deklarasi, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi Damai oleh perwakilan calon kepala desa dari sejumlah kecamatan.

Perwakilan tersebut di antaranya M. Jafar dari Desa Banda Kecamatan Tarano, Sudirman dari Desa Jotang Beru Kecamatan Empang, Drs. Abdul Aziz dari Desa Sepukur Kecamatan Lantung, serta Kartika Sari dari Desa Nijang Kecamatan Unter Iwes.

Penandatanganan juga dilakukan oleh Bupati Sumbawa, Kapolres Sumbawa, Komandan Kodim yang diwakili Kasdim, serta Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa.

Kehadiran unsur Forkopimda dalam penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk mengawal seluruh tahapan Pilkades agar berjalan sesuai ketentuan dan tetap menjaga stabilitas keamanan daerah.

Bupati: Kompetisi Harus Sehat dan Bermartabat

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam sambutan dan arahannya mengajak seluruh calon kepala desa menjadikan Pilkades Serentak 2026 sebagai ruang untuk berkompetisi secara sehat dan bermartabat.

Menurut Bupati, setiap calon tentu memiliki kelebihan, pengalaman, gagasan, dan potensi masing-masing. Karena itu, perbedaan pilihan maupun persaingan dalam kontestasi politik di tingkat desa tidak boleh menjadi alasan untuk merusak hubungan persaudaraan antarmasyarakat.

Ia juga meminta seluruh calon untuk memiliki kesiapan mental menghadapi hasil pemilihan. Menang maupun kalah merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus diterima dengan sikap dewasa.

Bupati mengapresiasi suasana positif yang terlihat dari para calon kepala desa yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, wajah cerah dan suasana penuh kebersamaan yang ditunjukkan para calon menjadi modal positif untuk menciptakan Pilkades yang kondusif.

Namun, Bupati mengingatkan agar semangat tersebut tidak berhenti di ruang deklarasi saja. Komitmen damai harus benar-benar diwujudkan selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung, termasuk ketika memasuki masa kampanye hingga proses pemungutan dan penetapan hasil.

“Deklarasi damai ini jangan hanya menjadi seremonial. Jadikan sebagai komitmen dan tolok ukur bersama dalam menyukseskan Pilkades serentak,” tegasnya.

Siap Menang, Siap Kalah

Bupati juga mengingatkan bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah yang memiliki tanggung jawab besar terhadap masyarakat.

Karena itu, siapapun yang nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat harus mampu menjalankan tugas sesuai kewenangannya dan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Kontestasi Pilkades, menurutnya, hanya berlangsung dalam waktu tertentu. Namun, hubungan sosial dan persaudaraan masyarakat akan berlangsung jauh lebih panjang.

Karena itu, perbedaan pilihan politik tidak boleh meninggalkan konflik berkepanjangan setelah proses pemilihan selesai.

Pesan tersebut kemudian dirangkum Bupati dalam kalimat yang menjadi penekanan utama kepada seluruh calon kepala desa.

“Kalah untuk bangkit, menang untuk mengemban amanah. Yang terpenting, mari kita jaga keamanan, ketertiban dan persaudaraan.”

Pesan itu menjadi pengingat bahwa kemenangan dalam Pilkades bukanlah akhir dari sebuah kompetisi, melainkan awal dari tanggung jawab untuk melayani masyarakat. Sebaliknya, kekalahan juga bukan alasan untuk memutus hubungan sosial atau menghilangkan kontribusi terhadap desa.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap para calon kepala desa dapat memberikan contoh demokrasi yang sehat kepada masyarakat. Perbedaan visi dan pilihan politik diharapkan tetap dapat disampaikan melalui gagasan dan program, bukan melalui provokasi, permusuhan, maupun tindakan yang dapat mengganggu keamanan.

Dengan 67 calon yang akan berkompetisi di 20 desa, Pilkades Serentak 2026 menjadi salah satu agenda penting dalam dinamika pemerintahan desa di Kabupaten Sumbawa.

Melalui deklarasi tersebut, seluruh pihak diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk menjaga suasana tetap aman dan kondusif. Tidak hanya calon kepala desa, tetapi juga tim pendukung, keluarga, tokoh masyarakat, aparat keamanan, panitia pemilihan, serta seluruh warga di desa yang melaksanakan Pilkades.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menargetkan seluruh tahapan Pilkades Serentak 2026 dapat berlangsung aman, tertib, lancar, demokratis, dan kondusif, dengan tetap mengedepankan persatuan serta kerukunan masyarakat.

Pada akhirnya, Pilkades bukan semata-mata tentang siapa yang memperoleh suara terbanyak. Lebih dari itu, proses demokrasi di tingkat desa diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang benar-benar dipercaya masyarakat dan memiliki komitmen untuk membawa desanya menjadi lebih maju.

Karena setelah suara dihitung dan pemenang ditetapkan, seluruh masyarakat tetap merupakan satu keluarga besar yang harus bersama-sama membangun desa.