Single News

Bukan Sekadar Peternakan, Sumbawa Siap Bangun Industri Ayam Terintegrasi Berskala Nasional

Tamanews.id | Kamis, 23 Juli 2026 – Kabupaten Sumbawa kembali mencatat langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi menjalin kerja sama dengan PT Berdikari (Persero) melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama Pengembangan Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT), Kamis (23/7/2026). Proyek berskala besar ini digadang-gadang akan menjadi tonggak baru pengembangan industri peternakan modern sekaligus membuka peluang investasi, lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penandatanganan kesepakatan berlangsung di Ruang Rapat H. Hasan Usman, Lantai I Kantor Bupati Sumbawa. Kesepakatan ditandatangani langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., bersama Direktur Operasional Bisnis II PT Berdikari (Persero), Ir. I Putu Yustika, disaksikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), manajemen PT Berdikari, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut untuk mengembangkan industri peternakan ayam yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, proyek ini juga dirancang membangun rantai industri secara menyeluruh, mulai dari pembibitan, penyediaan pakan, budidaya, pengolahan hasil, distribusi, hingga pemasaran.

Melalui konsep hilirisasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap sektor peternakan tidak lagi hanya menghasilkan komoditas mentah, tetapi mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar sehingga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Sebelum penandatanganan dilakukan, Bupati Sumbawa bersama tim PT Berdikari (Persero) terlebih dahulu melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah lokasi yang diusulkan sebagai kawasan pengembangan proyek.

Empat lokasi yang menjadi alternatif pengembangan yakni Kerekeh, Labangka, Moyo Hulu, dan Teluk Santong. Seluruh kawasan tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung pembangunan industri peternakan ayam terintegrasi.

Saat ditemui usai kegiatan, Bupati Sumbawa menjelaskan bahwa peninjauan lapangan merupakan bagian penting dalam memastikan kesiapan lokasi sebelum proyek memasuki tahap investasi.

“Sebelum penandatanganan Kesepakatan Bersama ini, kami bersama tim PT Berdikari telah meninjau langsung beberapa lokasi yang diusulkan. Empat kawasan tersebut akan menjadi alternatif pengembangan proyek, selanjutnya akan diverifikasi dan dikaji secara teknis oleh PT Berdikari untuk menentukan lokasi yang paling layak,” ujar Bupati.

Menurutnya, proses verifikasi akan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi lahan, aksesibilitas, dukungan infrastruktur, hingga kesiapan lingkungan dan masyarakat sekitar.

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap seluruh proses yang dibutuhkan agar proyek strategis tersebut dapat segera direalisasikan.

Ia optimistis keberadaan Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi tidak hanya akan memperkuat sektor peternakan, tetapi juga menjadi penggerak berbagai sektor ekonomi lainnya, termasuk perdagangan, jasa, transportasi, hingga tumbuhnya pelaku usaha mikro dan kecil yang menjadi bagian dari rantai pasok industri.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi awal yang baik bagi percepatan realisasi Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Kabupaten Sumbawa. Semoga seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga proyek ini segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dalam mewujudkan Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera,” harapnya.

Sementara itu, PT Berdikari (Persero) selaku mitra pemerintah akan melaksanakan kajian teknis secara menyeluruh terhadap lokasi-lokasi yang telah diusulkan. Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar dalam menentukan kawasan yang paling sesuai untuk pengembangan proyek, sekaligus menyusun tahapan implementasi agar berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat maksimal.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan PT Berdikari (Persero) ini menjadi sinyal kuat bahwa Sumbawa terus membuka ruang bagi investasi produktif berbasis potensi lokal. Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan daya saing sektor peternakan, membuka peluang kerja baru, sekaligus menghadirkan efek berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumbawa.

Ke depan, proyek ini diharapkan menjadi salah satu investasi strategis yang mampu mengangkat posisi Sumbawa sebagai salah satu sentra industri peternakan modern di Nusa Tenggara Barat, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.