Single News

Wabup Terima Kritik PMII, Soroti Tambang Ilegal hingga Kemiskinan Jadi Bahan Evaluasi Pemda Sumbawa

Tamanews.id | Sumbawa – Aksi dan audiensi yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumbawa di Kantor Bupati Sumbawa, Rabu (24/6/2026), menjadi ruang evaluasi terhadap berbagai program pembangunan daerah. Berbeda dengan pendekatan yang cenderung defensif terhadap kritik publik, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, justru membuka ruang dialog dan menerima langsung berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa.


Dalam pertemuan yang turut dihadiri Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Deddy Heriwibowo, PMII menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai masih menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Isu yang disoroti meliputi maraknya aktivitas pertambangan ilegal (illegal mining), pembalakan liar (illegal logging), peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), angka kemiskinan, pengangguran, stunting, hingga pembangunan infrastruktur jalan.


Di hadapan massa PMII, Wakil Bupati H. Mohamad Ansori menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam proses demokrasi sekaligus menjadi sarana bagi pemerintah untuk terus melakukan perbaikan.


Menurutnya, pemerintah daerah tidak anti terhadap kritik, bahkan masukan dari mahasiswa dan masyarakat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai kebijakan yang dijalankan.
“Kritik dan masukan seperti ini sangat kami butuhkan. Pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik karena justru dari sinilah kita bisa melihat apa saja yang masih perlu dibenahi bersama,” ujarnya.


Ansori mengakui bahwa berbagai persoalan yang disampaikan PMII memang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperkuat kolaborasi dengan seluruh pihak, termasuk kalangan mahasiswa, dalam mendorong pembangunan yang lebih baik.


Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan daerah tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kami terbuka terhadap semua masukan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama mencari solusi agar berbagai persoalan yang ada dapat diselesaikan demi kepentingan masyarakat Kabupaten Sumbawa,” katanya.


Dalam audiensi tersebut, persoalan pertambangan dan pembalakan liar menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian serius. Selain berdampak terhadap kerusakan lingkungan, aktivitas ilegal tersebut juga dinilai berpotensi mengurangi penerimaan daerah dan mengancam keberlanjutan sumber daya alam.


Selain itu, PMII juga menyoroti pentingnya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu upaya memperkuat kapasitas fiskal pemerintah daerah di tengah keterbatasan anggaran.
Persoalan kemiskinan, pengangguran, dan stunting juga menjadi perhatian mahasiswa. Mereka berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia.


Tak kalah penting, pembangunan infrastruktur jalan turut menjadi sorotan karena dinilai masih menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa.
Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Deddy Heriwibowo, menjelaskan bahwa berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah daerah telah disusun dalam dokumen perencanaan dan akan terus dievaluasi secara berkala agar target pembangunan dapat tercapai secara optimal.


Audiensi yang berlangsung dalam suasana terbuka tersebut menjadi bukti bahwa ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan kalangan mahasiswa tetap terjaga. Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap sinergi dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik menuju Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.