Single News

Sumbawa Dipercaya Jadi Tuan Rumah Rakernas JKPI 2028, Momentum Perkenalkan Pusaka dan Budaya ke Indonesia

Tamanews.id, Sumbawa – Kabupaten Sumbawa mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2028. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rakernas JKPI 2026 yang berlangsung di Ternate, Maluku Utara.

Kepercayaan tersebut menjadi kabar membanggakan bagi Kabupaten Sumbawa sekaligus amanah besar bagi pemerintah daerah dan seluruh masyarakat. Pasalnya, Rakernas JKPI merupakan forum yang mempertemukan kepala daerah serta delegasi dari berbagai kota dan kabupaten yang tergabung dalam jaringan kota pusaka Indonesia.

Dengan ditunjuknya Sumbawa sebagai tuan rumah, daerah ini akan mendapat kesempatan untuk menjadi pusat pertemuan berbagai pemangku kepentingan dalam membahas pelestarian, pengembangan, serta pemanfaatan warisan sejarah dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Kepercayaan tersebut juga dinilai menjadi peluang strategis bagi Sumbawa untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada masyarakat Indonesia. Tidak hanya dari sisi sejarah dan budaya, tetapi juga sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM hingga berbagai potensi lokal lainnya.

Melalui forum JKPI 2028 nantinya, Sumbawa berpeluang memperlihatkan identitas dan kekayaan budaya yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Berbagai tradisi, kesenian, peninggalan sejarah, hingga kearifan lokal dapat dikemas menjadi daya tarik yang memperkuat posisi Sumbawa sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan pusaka dan budaya.

Kepercayaan menjadi tuan rumah juga tidak sekadar berkaitan dengan penyelenggaraan sebuah agenda nasional. Lebih dari itu, momentum tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat jejaring antardaerah sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan kebudayaan dan pariwisata.

Dalam semangat tersebut, persiapan menuju Rakernas JKPI 2028 diharapkan tidak dilakukan secara mendadak. Berbagai aspek perlu dipersiapkan sejak jauh hari, mulai dari kesiapan infrastruktur, akomodasi, transportasi, destinasi wisata, penyambutan delegasi, hingga kesiapan masyarakat dalam menjadi tuan rumah yang baik.

Keramahan masyarakat Sumbawa menjadi salah satu modal penting dalam menyambut para delegasi yang akan datang dari berbagai penjuru Indonesia. Para tamu nantinya tidak hanya mengikuti agenda Rakernas, tetapi juga diharapkan dapat mengenal lebih dekat kehidupan sosial, budaya, kuliner dan potensi ekonomi masyarakat Sumbawa.

Selain itu, momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengangkat produk-produk UMKM lokal. Pelaku usaha dapat diberikan ruang untuk memperkenalkan produk unggulan Sumbawa kepada para peserta Rakernas maupun tamu dari luar daerah.

Begitu pula dengan sektor ekonomi kreatif. Kesenian tradisional, kerajinan, kuliner khas, pertunjukan budaya dan berbagai karya kreatif masyarakat dapat menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pendukung Rakernas.

Hal tersebut akan memberikan dampak yang lebih luas karena kegiatan berskala nasional tidak hanya menjadi agenda pemerintahan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Warisan budaya pun perlu ditempatkan bukan hanya sebagai sesuatu yang disimpan dan dikenang. Pusaka daerah dapat menjadi sumber pengetahuan, identitas, kebanggaan sekaligus aset pembangunan apabila dikelola secara tepat dengan tetap memperhatikan nilai sejarah dan keasliannya.

Karena itu, penunjukan Sumbawa sebagai tuan rumah Rakernas JKPI 2028 menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam menjaga pusaka daerah. Pemerintah, komunitas budaya, akademisi, pelaku usaha, generasi muda dan masyarakat perlu dilibatkan agar pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Generasi muda juga memiliki peran penting dalam memastikan warisan budaya tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Sumbawa kepada generasi yang lebih luas.

Kegiatan Rakernas JKPI 2028 nantinya diharapkan mampu meninggalkan kesan positif bagi para delegasi. Mereka tidak hanya datang untuk mengikuti forum organisasi, tetapi juga pulang dengan membawa cerita mengenai Sumbawa, masyarakatnya, budaya, sejarah, kuliner serta berbagai potensi daerah yang dimiliki.

Dengan demikian, kepercayaan menjadi tuan rumah dapat menjadi momentum promosi daerah secara lebih luas. Sumbawa memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri sehingga seluruh potensi yang ada dapat ditampilkan secara maksimal.

Keberhasilan penyelenggaraan tentu membutuhkan kolaborasi. Pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri. Dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, komunitas budaya, dunia usaha, pelaku UMKM, organisasi masyarakat, insan pariwisata, akademisi, media serta seluruh masyarakat menjadi bagian penting dalam menyukseskan agenda tersebut.

Semangat menjadi tuan rumah harus dibangun sejak sekarang. Persiapan yang matang akan menentukan bagaimana Sumbawa tampil di hadapan para kepala daerah dan delegasi dari seluruh Indonesia.

Rakernas JKPI 2028 juga dapat menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Sumbawa tidak hanya memiliki kekayaan alam, tetapi juga memiliki sejarah, budaya, tradisi dan masyarakat yang mampu menjadi bagian dari percakapan kebudayaan nasional.

Kepercayaan yang diberikan kepada Sumbawa pada Rakernas JKPI 2026 di Ternate pada akhirnya bukan sekadar penghargaan, tetapi sebuah tanggung jawab untuk menghadirkan penyelenggaraan yang berkesan sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah.

Dengan persiapan yang terencana, kolaborasi seluruh pihak dan semangat gotong royong masyarakat, Sumbawa diharapkan mampu menjadi tuan rumah yang tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga berhasil membawa nama, budaya dan potensi Sumbawa semakin dikenal di tingkat nasional.

Rakernas JKPI 2028 pun dapat menjadi panggung besar bagi Sumbawa untuk memperkenalkan jati dirinya kepada Indonesia—sebuah daerah yang kaya akan pusaka, budaya, tradisi, kreativitas dan potensi ekonomi masyarakat.

Ternate, 28 Agustus 2026