Tamanews.id, Sumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat komitmen dalam mempercepat pencegahan dan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah yang didorong adalah penguatan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga masyarakat hingga masyarakat secara luas.


Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sumbawa sekaligus Ketua Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi GENTING Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 di Aula Bapperida Kabupaten Sumbawa, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumbawa, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan BUMN dan BUMD, serta berbagai pihak terkait yang diharapkan dapat mengambil bagian dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup H. Mohamad Ansori menegaskan bahwa persoalan stunting tidak boleh dipandang sebagai tanggung jawab satu instansi atau sektor tertentu. Menurutnya, persoalan tumbuh kembang anak berkaitan erat dengan masa depan daerah sehingga membutuhkan perhatian dan keterlibatan semua pihak.
Ia menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah harus diarahkan pada perlindungan serta peningkatan kualitas generasi masa depan. Percepatan penurunan stunting menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sehat, berkualitas dan mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045.
Karena itu, keberadaan Program GENTING dinilai memiliki posisi strategis. Program tersebut tidak sekadar menjadi program pemberian bantuan kepada keluarga sasaran, tetapi menjadi pintu masuk untuk membangun kepedulian bersama terhadap persoalan kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Wabup meminta pelaksanaan GENTING di Kabupaten Sumbawa terus dipantau dan dievaluasi secara berkala. Hal tersebut penting untuk memastikan setiap bentuk intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak terhadap keluarga yang membutuhkan.
Menurutnya, pencegahan stunting juga tidak dapat dilakukan hanya dengan memberikan makanan tambahan seperti telur dan susu ketika anak sudah mengalami masalah pertumbuhan. Pencegahan harus dimulai jauh lebih awal dan dilakukan secara berkelanjutan.
Tahap tersebut mencakup masa pranikah, kehamilan, persalinan, menyusui hingga masa pertumbuhan dan perkembangan balita. Dengan pendekatan tersebut, intervensi terhadap stunting diharapkan tidak hanya bersifat kuratif, tetapi lebih kuat pada aspek promotif dan preventif.
“Pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh pihak,” tegas Wabup.
Persoalan stunting memang masih menjadi tantangan serius bagi Kabupaten Sumbawa. Dalam laporan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Sumbawa, Junaedi, S.Si., Apt., M.Si., disebutkan bahwa berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Sumbawa berada pada angka 29,8 persen.
Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 24,7 persen. Data tersebut menjadi pengingat bahwa upaya penanganan stunting membutuhkan kerja yang lebih terarah, terukur dan berkelanjutan.
Namun di tengah tantangan tersebut, Kabupaten Sumbawa juga menunjukkan capaian positif dalam pelaksanaan Program GENTING. Dalam pemberian bantuan nutrisi dan edukasi, realisasi Kabupaten Sumbawa mencapai 151,40 persen dan menjadi salah satu capaian tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Capaian tersebut menunjukkan adanya potensi besar apabila gerakan pencegahan stunting terus diperkuat melalui kolaborasi. Pemerintah daerah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan berbagai sektor lainnya.
Kadis DP2KBP3A menjelaskan, Program GENTING yang diluncurkan pada tahun 2025 merupakan gerakan yang mendorong keterlibatan berbagai komponen dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting.
Gerakan tersebut melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, BUMN, BUMD, lembaga masyarakat, perorangan, media hingga masyarakat secara luas. Masing-masing pihak dapat mengambil peran sesuai kemampuan dan kapasitasnya.
Melalui program ini, orang tua asuh dapat memberikan dukungan kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting. Dukungan tersebut tidak hanya berbentuk bantuan nutrisi, tetapi juga dapat berupa bantuan nonnutrisi.
Bantuan nonnutrisi dapat dilakukan melalui edukasi dan penyebarluasan informasi mengenai pentingnya pencegahan stunting, pola hidup sehat, pemenuhan kebutuhan gizi serta perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
Adapun sasaran Program GENTING mencakup keluarga berisiko stunting, terutama ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan anak di bawah usia dua tahun. Kelompok tersebut menjadi sasaran penting karena periode awal kehidupan merupakan fase yang sangat menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak.
Dengan demikian, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi juga bagaimana pendampingan dan edukasi dapat memastikan keluarga memahami pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan sejak dini.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap kolaborasi melalui GENTING dapat terus diperluas sehingga semakin banyak keluarga berisiko yang mendapatkan perhatian. Sinergi pemerintah dengan dunia usaha dan masyarakat juga diharapkan mampu memperkuat berbagai program yang selama ini telah berjalan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi Kabupaten Sumbawa. Sebab, keberhasilan menekan angka stunting bukan hanya berbicara mengenai kondisi kesehatan anak hari ini, tetapi juga menentukan kualitas sumber daya manusia Sumbawa di masa mendatang.
Kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting karena persoalan stunting memiliki banyak faktor yang saling berkaitan, mulai dari kondisi kesehatan ibu dan anak, asupan gizi, pola asuh, sanitasi, lingkungan, akses pelayanan kesehatan hingga tingkat pengetahuan keluarga.
Karena itu, pendekatan yang terintegrasi diperlukan agar berbagai faktor risiko dapat ditangani secara bersamaan. Pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait diharapkan terus memperkuat koordinasi, sementara masyarakat dan dunia usaha dapat mengambil peran sebagai bagian dari gerakan bersama.
Kadis DP2KBP3A berharap seluruh komponen masyarakat dapat berkontribusi dalam mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan sumber daya manusia Sumbawa yang sehat, unggul, berprestasi, berakhlak mulia dan produktif.
Dengan semangat tersebut, Program GENTING diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan atau program pemerintah, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang tumbuh dari kepedulian bersama.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa pun terus mendorong agar setiap elemen masyarakat mengambil bagian dalam memastikan anak-anak tumbuh sehat dan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang secara optimal.
Percepatan penurunan stunting pada akhirnya bukan hanya tentang menurunkan angka prevalensi, tetapi tentang memastikan setiap anak Sumbawa memiliki awal kehidupan yang lebih baik. Dari keluarga yang sehat, anak yang tumbuh optimal, dan generasi yang berkualitas, diharapkan lahir sumber daya manusia yang mampu membawa Sumbawa menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.


