Single News

Sekda Sumbawa Tegaskan Tenaga Kerja Lokal Harus Terserap di AMNT, BLK Diminta Sesuaikan Kebutuhan Industri

Tamanews.id, Sumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat koordinasi dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk memastikan masyarakat lokal memperoleh peluang nyata dalam penyerapan tenaga kerja sektor pertambangan. Tidak hanya menyiapkan calon pekerja, pemerintah daerah juga mendorong kepastian kebutuhan tenaga kerja, kesesuaian kualifikasi, serta keterlibatan penyedia barang dan jasa lokal dalam mendukung aktivitas perusahaan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., menegaskan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas dalam penyelarasan investasi dengan kepentingan masyarakat daerah. Hal itu disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).

Menurut Budi, pembahasan mengenai penyerapan tenaga kerja tidak cukup hanya berfokus pada besarnya angka kebutuhan atau jumlah calon pekerja yang disiapkan. Hal yang lebih penting adalah memastikan tenaga kerja lokal memiliki kompetensi sesuai persyaratan perusahaan sehingga peluang yang tersedia dapat benar-benar diisi oleh masyarakat Sumbawa.

“Serapan tenaga kerja lokal itu harus menjadi prioritas utama dan merupakan kata kunci yang sifatnya wajib ain atau harus bisa diserap seluruhnya oleh PT AMNT, agar kita tidak hanya bicara angka serapan saja, tetapi kepastian untuk diserap oleh perusahaan tersebut,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan arah koordinasi Pemkab Sumbawa dalam menghubungkan kebutuhan industri pertambangan dengan kesiapan sumber daya manusia di daerah. Pemerintah ingin agar investasi yang berkembang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, terutama melalui kesempatan kerja dan tumbuhnya aktivitas usaha lokal.

Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja hingga By Name by Address

Salah satu langkah yang tengah dijajaki bersama PT AMNT adalah pemetaan kebutuhan tenaga kerja berdasarkan formasi, keterampilan, dan bidang keilmuan yang dibutuhkan perusahaan. Pemetaan tersebut diperlukan agar proses penyiapan calon pekerja tidak dilakukan secara umum, tetapi mengacu pada kualifikasi yang relevan dengan kebutuhan pekerjaan.

Budi menjelaskan, pemerintah daerah sedang mendiskusikan pendataan calon tenaga kerja secara by name by address, disertai spesifikasi formasi dan kompetensi yang dibutuhkan. Dengan pendekatan tersebut, calon pekerja dapat dipersiapkan secara lebih terarah sesuai peluang yang tersedia.

“Yang kita perlukan adalah kesiapan tenaga kerja lokal yang qualified, dengan spesifikasi skill atau keahlian dan keilmuan yang tepat. Karena itu, by name by address untuk spesifikasi formasi tersebut sedang kita jajaki dan diskusikan lebih dalam dengan PT AMNT,” jelasnya.

Pemetaan ini menjadi penting karena kebutuhan industri pertambangan tidak hanya mencakup satu jenis pekerjaan. Perusahaan membutuhkan tenaga kerja dengan beragam keterampilan teknis, sehingga proses penyiapan sumber daya manusia perlu mempertimbangkan jenis pekerjaan, standar kompetensi, dan kebutuhan operasional.

Pemkab Sumbawa juga berupaya memperkuat koordinasi agar informasi mengenai kebutuhan perusahaan dapat menjadi dasar penyusunan program pelatihan. Dengan demikian, pelatihan yang diikuti masyarakat memiliki hubungan yang lebih jelas dengan peluang kerja yang tersedia.

Pelatihan Mekanik Alat Berat hingga Pengelasan

Untuk mendukung kesiapan tenaga kerja lokal, pemerintah daerah berkolaborasi dengan PT AMNT, termasuk melalui pengiriman sejumlah peserta ke luar daerah untuk mengikuti pelatihan mekanik alat berat.

Pelatihan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menyiapkan operator alat berat, tetapi juga mekanik dan bidang keterampilan lainnya yang dibutuhkan dalam kegiatan pertambangan maupun konstruksi pendukungnya.

Budi menekankan bahwa peningkatan kompetensi harus menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi kebutuhan industri. Pelatihan yang sesuai akan membantu calon pekerja memenuhi persyaratan perusahaan sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.

Peran Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sumbawa juga menjadi perhatian. Menurutnya, program pelatihan yang dilaksanakan harus mempertimbangkan kebutuhan industri, tanpa mengabaikan pengembangan keterampilan untuk sektor ekonomi lainnya.

“Pelatihan yang kita lakukan di BLK tentunya harus link and match dengan kebutuhan PT AMNT. Kalau pelatihan operator alat berat, tentu keterampilannya berkaitan dengan pertambangan. Sementara pelatihan barista orientasinya lebih kepada menguatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterampilan yang dimiliki,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, pelatihan di BLK diharapkan dapat memiliki sasaran yang jelas. Program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pertambangan diarahkan untuk mendukung kesiapan tenaga kerja, sementara pelatihan lainnya tetap berperan dalam memperluas kesempatan usaha dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Budi juga meminta masyarakat tidak terlalu khawatir terhadap tingkat keterampilan yang dihasilkan dari pelatihan BLK. Ia mencontohkan pelatihan pengelasan di Sumbawa yang telah mencapai tingkat 3G, sementara keterampilan hingga tingkat 6G juga tersedia.

“Kita tidak perlu khawatir berlebihan atas pelatihan yang telah dilaksanakan di BLK. Misalnya, pelatihan pengelasan kita di 3G, tetapi kita juga punya skill sampai 6G. Kebutuhan konstruksi PT AMNT pada awalnya tidak langsung semuanya membutuhkan 6G. Tentu bisa dimulai dari 3G terlebih dahulu sesuai kebutuhan,” ungkapnya.

Menurut Budi, tingkat keterampilan yang diperlukan perlu disesuaikan dengan jenis pekerjaan dan persyaratan yang ditetapkan perusahaan. Karena itu, komunikasi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan PT AMNT menjadi penting agar kompetensi yang disiapkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Penyedia Lokal Juga Jadi Perhatian

Selain membuka peluang kerja, Pemkab Sumbawa mendorong agar kebutuhan logistik dan barang penunjang operasional perusahaan dapat melibatkan penyedia lokal. Langkah ini diharapkan memperluas manfaat investasi sehingga tidak hanya dirasakan melalui penyerapan tenaga kerja, tetapi juga melalui aktivitas usaha masyarakat dan pelaku ekonomi daerah.

Budi menyebut penyerapan tenaga kerja lokal dan keterlibatan penyedia kebutuhan logistik dari daerah sebagai dua perhatian utama pemerintah kabupaten dalam menyelaraskan investasi dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Dua hal yang menjadi atensi kita sebagai pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa yaitu penggunaan tenaga kerja lokal dan penyedia kebutuhan logistik dan sebagainya juga dari lokal. Artinya, dua hal itu yang harus menjadi catatan penting dalam pertumbuhan ekonomi dan penyelarasan investasi yang ada,” katanya.

Pemerintah daerah berharap kebutuhan PT AMNT, baik pada tahap konstruksi maupun produksi mendatang, dapat membuka ruang lebih luas bagi tenaga kerja dan pelaku usaha lokal sesuai kualifikasi serta kapasitas yang dimiliki.

Keterlibatan penyedia lokal juga berpotensi memperluas perputaran ekonomi di daerah melalui permintaan barang dan jasa pendukung kegiatan perusahaan. Namun, realisasinya membutuhkan pemetaan kebutuhan, kesiapan penyedia, serta kesesuaian standar dan persyaratan yang ditetapkan perusahaan.

Melalui koordinasi kebutuhan tenaga kerja, penyesuaian program pelatihan, dan penguatan keterlibatan penyedia lokal, Pemkab Sumbawa berupaya menjadikan investasi pertambangan selaras dengan kepentingan masyarakat. Pemerintah daerah berharap upaya tersebut dapat membuka kesempatan kerja yang lebih luas, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, dan memperkuat peran pelaku usaha lokal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumbawa.