SUMBAWA, TAMANEWS.ID – Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2018–2023, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., akhirnya memberikan klarifikasi tegas terkait tuduhan yang menyebutkan adanya aliran dana NTB Care sebesar Rp31 miliar ke rekening pribadinya.
Melalui akun Facebook resminya, tokoh yang akrab disapa Bang Zul ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap narasi yang beredar. Ia menegaskan bahwa tuduhan tersebut merupakan bentuk framing yang tidak berdasar dan sudah keterlaluan.
Meluruskan Informasi Demi Menghindari Persepsi Keliru
Dr. H. Zulkieflimansyah mengaku awalnya enggan menanggapi isu-isu lama yang kembali diungkit. Namun, ia merasa terpaksa berbicara ke publik agar persoalan ini tidak semakin bias dan dianggap sebagai kebenaran oleh masyarakat.
”Saya sebenarnya agak malas merespon hal-hal yang sudah berlalu. Tapi kadang terpaksa juga harus melakukan agar tidak melebar ke sana kemari. Karena kalau tidak direspon lama-lama orang bisa mempersepsikannya sebagai sebuah kebenaran. Apalagi dilakukan dengan framing dengan tujuan tertentu,” tulis beliau di akun media sosialnya.
Beliau juga secara blak-blakan menyayangkan munculnya tuduhan yang menyebutkan bahwa dana sebesar puluhan miliar dari program NTB Care mengalir ke kantong pribadinya.
”Tiba-tiba ada tuduhan dana NTB Care mengalir 31 M ke saya pribadi… ini keterlaluan juga. Maksudnya apa begini-begini ini?” cetusnya.
Menyikapi isu tersebut, Dr. H. Zulkieflimansyah menyatakan sangat terbuka jika ada pihak-pihak yang ingin melakukan audit secara resmi terhadap penggunaan anggaran daerah selama masa jabatannya, daripada menyebarkan kegaduhan tanpa data yang valid.
”Kalau mau diaudit, audit saja. Nggak usah ribut sana sini,” tegasnya.
Untuk memastikan akurasi data keuangan tersebut, beliau bahkan langsung menghubungi Rizal Dilaga, S.E., M.M., mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi NTB yang menjabat di era kepemimpinannya. Berdasarkan konfirmasi tersebut, tidak ada sejarahnya Pemprov NTB mengucurkan dana hibah hingga ratusan miliar untuk NTB Care.
”Saya barusan telepon Pak Rizal Dilaga, mantan Kepala BPKAD waktu saya menjabat dulu. Nggak ada kata beliau kita pernah kasih hibah-hibah sampai ratusan miliar ke NTB Care. Kita cuma pernah bantu satu sepeda motor untuk operasional NTB Care, itu saja katanya,” ungkap Bang Zul.
Filosofi NTB Care: Gerakan Sosial dan Moral untuk Rakyat
Dalam klarifikasinya, beliau juga meluruskan kembali fungsi dan sejarah dibentuknya program NTB Care. Baginya, program tersebut bukanlah wadah pengelolaan anggaran besar, melainkan sebuah gerakan sosial dan moral untuk menjembatani aduan masyarakat yang belum tersentuh pelayanan publik secara cepat.
”Kita berinteraksi dengan NTB Care karena masyarakat kita masih banyak yang tidak terlayani dan tersentuh dengan baik karena berbagai alasan. Jadi ya baguslah program-programnya. Jadi NTB Care itu seperti gerakan sosial dan gerakan moral,” jelas mantan Gubernur NTB tersebut.
Beliau memberikan gambaran sederhana bagaimana NTB Care bekerja sebagai penghubung antara warga dan dinas terkait:
- Bantuan Kursi Roda: Jika ada warga yang membutuhkan, NTB Care meneruskan aduan tersebut ke Dinas Sosial.
- Fasilitas Penyeberangan: Jika warga membutuhkan bantuan transportasi laut gratis, NTB Care berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan.
- Pelayanan Kesehatan: Jika ada masyarakat kurang mampu yang kesulitan biaya rumah sakit, NTB Care langsung menghubungi pihak manajemen rumah sakit untuk meminta keringanan atau bantuan tindakan medis.
”Simpel-simpel saja. Kok sekarang seram-seram amat seakan-akan ada korupsi ratusan miliar dan lain-lain. Ampun deh,” tambahnya dengan nada heran.
Minta Pembisik Pemerintah Tidak Provokatif
Di akhir pernyataannya, Dr. H. Zulkieflimansyah meyakini bahwa tuduhan serta isu miring yang dialamatkan kepadanya ini bukanlah berasal dari pihak pimpinan daerah saat ini, melainkan ulah oknum tertentu di sekitar pemerintahan.
”Saya yakin yang begini-begini ini pasti bukan Pak Gub dan Ibu Wagub… pembisik-pembisik mbok ya jangan kelewatan juga dong berselancarnya,” pungkasnya.


