Tamanews.id, Sumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong pemerataan akses listrik hingga ke dusun-dusun terpencil yang belum menikmati penerangan. Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., mengusulkan agar wilayah yang belum teraliri listrik menjadi prioritas dalam Program Listrik Perdesaan (Lisdes), termasuk dalam perencanaan tahun 2027.




Dorongan tersebut disampaikan Bupati Sumbawa saat mengikuti Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Lisdes di Kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (20/10/2026). Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan PT PLN (Persero) agar pembangunan jaringan listrik dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok desa.
Bupati Sumbawa hadir didampingi Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kabupaten Sumbawa, Ivan Indrajaya, S.T., M.M. Keduanya membawa komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat perluasan akses energi, terutama bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
Bupati Sumbawa menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat. Ketersediaan listrik tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, proses belajar anak-anak, serta pelayanan kesehatan dan berbagai kegiatan masyarakat sehari-hari.
Karena itu, pemerataan akses listrik perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi dusun yang belum terjangkau jaringan kelistrikan akibat kondisi geografis maupun keterbatasan infrastruktur.
“Kami siap mendukung penuh program Lisdes. Sinergi dengan Kementerian ESDM dan PLN perlu terus diperkuat agar pembangunan jaringan listrik dapat menjangkau dusun-dusun yang hingga kini belum teraliri listrik,” tegas Bupati Sumbawa.
Program Lisdes 2026 Berjalan di Sejumlah Wilayah
Program Listrik Perdesaan Tahun Anggaran 2026 telah berjalan di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa. Beberapa wilayah yang masuk dalam pelaksanaan program tersebut antara lain Mungkin, Tepal, Baturotok, Tangkam Pulit, dan Bao Desa.
Pelaksanaan program di wilayah-wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses energi bagi masyarakat. Namun, tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam pembangunan jaringan listrik, khususnya menuju wilayah pelosok.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menilai bahwa percepatan pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan penyediaan jaringan listrik. Dukungan akses jalan, kesiapan lahan, perizinan, serta koordinasi antarinstansi juga diperlukan agar proses pembangunan dapat berjalan lebih efektif.
Untuk mendukung kelancaran program, Pemkab Sumbawa menyatakan kesiapan membantu pembukaan akses jalan menggunakan alat berat milik daerah. Pemerintah daerah juga siap memfasilitasi proses perizinan, membantu penyiapan lahan sesuai kewenangan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pihak-pihak terkait.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi hambatan teknis di lapangan, terutama pada wilayah yang sulit dijangkau kendaraan maupun peralatan pembangunan jaringan listrik.
Dusun yang Belum Berlistrik Diusulkan Masuk Program 2027
Selain mengawal pelaksanaan program tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mendorong agar dusun-dusun yang hingga kini belum menikmati listrik dimasukkan dalam perencanaan Program Lisdes tahun 2027.
Langkah ini dinilai penting agar perluasan jaringan listrik tidak berhenti pada wilayah yang sudah masuk dalam program berjalan. Pendataan kebutuhan dan sinkronisasi usulan lokasi perlu terus dilakukan sehingga wilayah yang belum mendapatkan layanan dapat menjadi perhatian dalam perencanaan berikutnya.
Dengan memasukkan kebutuhan tersebut ke dalam perencanaan, pembangunan jaringan listrik diharapkan dapat dilaksanakan secara bertahap, sesuai kesiapan teknis, ketersediaan anggaran, dan prioritas kebutuhan masyarakat.
Pemkab Sumbawa berharap usulan tersebut memperoleh tindak lanjut melalui koordinasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah daerah, dan PLN. Sinergi seluruh pihak diperlukan agar program dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Pemerataan listrik memiliki dampak yang lebih besar daripada sekadar menghadirkan penerangan pada malam hari. Ketersediaan energi dapat membuka peluang usaha baru, membantu masyarakat mengembangkan kegiatan ekonomi produktif, mendukung pembelajaran anak-anak, serta meningkatkan akses terhadap layanan dasar.
Bagi warga di wilayah terpencil, hadirnya listrik dapat menjadi pintu masuk bagi peningkatan kualitas hidup dan terbukanya kesempatan yang selama ini terbatas oleh kondisi infrastruktur.
Melalui pengawalan Program Lisdes 2026 dan usulan perluasan pada 2027, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap semakin banyak dusun dapat menikmati layanan listrik secara layak. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen mewujudkan pembangunan yang lebih merata, sehingga masyarakat di pelosok desa memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan.
Pemerataan akses listrik diharapkan terus menjadi agenda bersama antara pemerintah dan penyedia layanan energi, agar pembangunan tidak hanya dirasakan masyarakat di pusat perkotaan, tetapi juga menjangkau warga di seluruh pelosok Kabupaten Sumbawa.


