Sumbawa, Tamanews.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan digelar oleh Badan Pusat Statistik mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Kegiatan ini dinilai sebagai momentum strategis untuk memotret kondisi riil perekonomian daerah secara menyeluruh.
Dukungan tersebut disampaikan melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa. Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya, menegaskan bahwa sensus ini memiliki peran penting dalam memperkuat dasar perumusan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
“Sensus Ekonomi bukan sekadar pendataan, tetapi menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan ekonomi daerah yang berbasis data dan sesuai dengan potensi riil,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
SE2026 akan mencakup pendataan seluruh aktivitas usaha non-pertanian, mulai dari skala besar hingga usaha mikro dan sektor informal. Melalui sensus ini, pemerintah akan memperoleh gambaran komprehensif mengenai struktur ekonomi, karakteristik pelaku usaha, hingga perkembangan sektor ekonomi digital dan aspek lingkungan.
Data tersebut nantinya akan menjadi rujukan utama dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan ekonomi di daerah. Dengan basis data yang kuat, kebijakan yang diambil diharapkan lebih terarah dan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Pemkab Sumbawa juga menaruh harapan besar terhadap dampak sensus ini, khususnya dalam mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan data yang akurat, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi usaha secara lebih detail, termasuk tantangan yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
Hal ini membuka peluang bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang lebih efektif, seperti peningkatan akses permodalan, penguatan daya saing produk lokal, hingga perluasan jaringan pemasaran.
Selain itu, cakupan sensus yang menyeluruh akan memberikan gambaran utuh tentang kondisi ekonomi masyarakat, termasuk sektor-sektor yang selama ini belum terdata secara maksimal. Informasi tersebut menjadi sangat penting dalam mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ivan juga mengajak seluruh pelaku usaha di Kabupaten Sumbawa untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan sensus ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan SE2026 sangat bergantung pada keterbukaan dan kejujuran responden dalam memberikan data.
“Partisipasi aktif dari pelaku usaha menjadi kunci utama. Data yang disampaikan harus jujur dan akurat agar hasilnya benar-benar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama,” tegasnya.
Sebagai agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali, Sensus Ekonomi memiliki peran strategis dalam memetakan dinamika perekonomian secara menyeluruh. Hasilnya tidak hanya digunakan oleh pemerintah pusat, tetapi juga menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan.
Pemkab Sumbawa optimistis, melalui pelaksanaan SE2026, arah pembangunan ekonomi daerah akan semakin terukur, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan menjadi pijakan kuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumbawa yang lebih inklusif dan berdaya saing.