Sumbawa, Tamanews.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa memaparkan praktik baik Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) dalam Rapat Koordinasi Antarinstansi yang digelar Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Selasa (24/2/2026).
Rakor yang berlangsung secara daring pukul 08.00–16.00 WITA tersebut diikuti seluruh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-NTB.
Mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., Kepala Bidang Kebudayaan Sutan Syahril, S.Sos., menyampaikan bahwa Bahasa Samawa telah diintegrasikan secara terstruktur melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan.
Ia menjelaskan, implementasi tidak hanya berfokus pada pembelajaran bahasa, tetapi juga mencakup penguatan aksara, sastra daerah, adat istiadat, serta nilai-nilai kearifan lokal.
Praktik baik tersebut ditunjukkan oleh SDN Batu Nisung pada jenjang sekolah dasar dan SMPN 5 Moyohilir pada jenjang sekolah menengah pertama. Kedua sekolah tersebut menjadi rujukan penerapan kurikulum Bahasa Samawa yang aplikatif dan kontekstual.
Salah satu inovasi utama yang dipaparkan adalah pengembangan Platform Digital Bahasa Samawa yang merupakan hasil kolaborasi dengan perguruan tinggi setempat. Platform ini berfungsi sebagai pusat referensi bagi sekolah dan guru pembina dalam menyusun materi ajar yang terstandarisasi.
Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, materi Bahasa Samawa dapat diakses secara lebih luas dan sistematis, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendokumentasikan serta mengembangkan bahasa daerah di era digital.
Partisipasi aktif Kabupaten Sumbawa dalam forum ini menegaskan komitmen daerah dalam menjaga ketahanan budaya melalui pendidikan dan pemanfaatan teknologi sebagai sarana pelindungan bahasa daerah.