Single News

Kades Tambak Sari Apresiasi Gubernur NTB atas Pembangunan Jalan Poto Tano–Seteluk: “Mantapkan Infrastruktur Sumbawa Barat”

TamaNews.id – Langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Lalu Muhammad Iqbal kembali menuai apresiasi. Kali ini datang dari Kepala Desa Tambak Sari, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Suhardi.

Suhardi menilai, perhatian Pemprov NTB terhadap penguatan infrastruktur di Pulau Sumbawa patut diacungi jempol. Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah pembangunan ruas jalan Poto Tano–Simpang Seteluk sepanjang 3,5 kilometer yang menelan anggaran sebesar Rp32,6 miliar bersumber dari APBD NTB 2025.

“Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Tambak Sari, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur NTB atas perhatian dan intervensi beliau dalam pembangunan jalan strategis ini,” ungkap Suhardi, Minggu (9/11/2025).

Menurutnya, proyek tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat setempat karena akan memperlancar mobilitas dan meningkatkan aktivitas ekonomi warga. “Kami berharap rekonstruksi jalan ini terus berlanjut agar akses transportasi masyarakat makin layak dan nyaman,” tambahnya.

Lebih lanjut, Suhardi menyebut ruas jalan Poto Tano–Simpang Seteluk merupakan pintu gerbang utama Sumbawa Barat. Kondisi jalan yang baik, kata dia, akan menjadi cerminan wajah daerah. “Terima kasih kepada Bapak Gubernur NTB. Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan umur panjang,” ujarnya menutup.


Profil Singkat Desa Tambak Sari

Desa Tambak Sari merupakan salah satu dari delapan desa di Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat. Wilayah ini awalnya merupakan Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) yang berdiri pada tahun 2000.

Nama “Tambak Sari” berasal dari dua unsur: Tambak yang mencerminkan aktivitas tambak udang—komoditas unggulan warga sejak dahulu, dan Sari yang diambil dari legenda lokal tentang Putri Sari, tokoh mitos dari Kerajaan Seran yang diyakini dimakamkan di Gunung Sare.

Sebelum menjadi desa definitif, wilayah ini berada di bawah Desa Senayan, Kecamatan Seteluk. Program transmigrasi tahun 2000 mengubah sistem tambak rakyat menjadi Tambak Udang Transmigrasi (TIR Trans). Dari sanalah terbentuk pemerintahan desa pertama, dengan Ahmad HS terpilih sebagai Kepala Desa perdana.

Pemprov NTB Terus Perkuat Sektor Unggulan Daerah

Tak hanya di bidang infrastruktur, Pemprov NTB juga terus memperkuat sektor-sektor potensial daerah seperti pertanian, kelautan, dan pariwisata.

Kepala Bappeda NTB, Iswandi, menjelaskan bahwa arah pembangunan daerah berfokus pada pengembangan ekosistem agromaritim dari hulu ke hilir. Program ini mencakup peningkatan produktivitas pertanian, hilirisasi industri pengolahan, serta penguatan swasembada pangan.

“Setiap daerah memiliki potensi berbeda, dan itu yang kami dorong agar terus berkembang,” ujar Iswandi.

Selain sektor agrikultur, Pemprov NTB juga memperkuat pariwisata berkualitas yang terintegrasi dengan destinasi Bali dan NTT, demi memperluas konektivitas logistik dan mobilitas wisatawan.

“Jika sektor-sektor ini saling terkoneksi, dampaknya tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi daerah, tapi juga kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah provinsi, lanjut Iswandi, terus mendorong kolaborasi antara pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dan masyarakat agar pertumbuhan ekonomi NTB lebih merata dan berkelanjutan.

Previous slide
Next slide