Single News

Seberangi Lautan, Wabup Sumbawa Datangi Korban Kebakaran di Sia Sayangi Bajo Medang

Tamanews.id, Sumbawa – Kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa, Dra. Hj. Sudarti Mohamad Ansori, turun langsung menemui warga korban kebakaran di Dusun Sia Sayangi, Desa Labuhan Bajo Medang, Sabtu (29/8/2026).

Untuk sampai ke lokasi, Wakil Bupati bersama rombongan harus menyeberangi lautan. Perjalanan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus memastikan pemerintah hadir secara langsung di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Dalam kunjungan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, Camat Labuhan Badas, serta perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa.

Kedatangan Wakil Bupati dan rombongan secara khusus untuk menemui pasangan suami istri, Aldi dan Fitriani, yang sebelumnya menjadi korban kebakaran hebat. Musibah tersebut menghanguskan rumah beserta seluruh isi dan harta benda milik keduanya hingga membuat pasangan tersebut kehilangan tempat tinggal.

Kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu tersebut meninggalkan kerugian cukup besar bagi keluarga korban. Selain kehilangan tempat tinggal, berbagai peralatan rumah tangga, barang berharga, hingga aset yang menunjang aktivitas ekonomi keluarga turut habis dilalap api.

Di tengah kondisi tersebut, kehadiran pemerintah menjadi bentuk dukungan moril sekaligus kepedulian nyata kepada keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.

Dalam kunjungan itu, Wakil Bupati Sumbawa menyerahkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama BAZNAS kepada keluarga korban. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga sekaligus sedikit meringankan beban setelah kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda akibat kebakaran.

Wakil Bupati mengatakan, kehadiran pemerintah tidak boleh hanya dirasakan ketika masyarakat berada dalam kondisi normal. Menurutnya, pemerintah harus hadir terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan dan membutuhkan dukungan.

“Kehadiran kami di tengah warga yang tertimpa musibah merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus kepedulian pemerintah. Kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri dalam menghadapi persoalan yang dialami,” tegasnya.

Ia menambahkan, kunjungan secara langsung juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan penguatan kepada masyarakat. Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan hanya dilihat dari nilai materi, tetapi juga sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang sedang mengalami musibah.

“Kehadiran langsung pemerintah di tengah warga, terutama saat menghadapi musibah, diharapkan mampu memberikan semangat dan penguatan moril,” ujarnya.

Wakil Bupati juga menaruh perhatian terhadap kondisi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan. Menurutnya, keterbatasan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi pemerintah untuk memberikan pelayanan dan perhatian kepada masyarakat.

Karena itu, kunjungan ke Dusun Sia Sayangi menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk terus mendekatkan pelayanan kepada seluruh masyarakat, termasuk warga yang berada di wilayah kepulauan.

“Kami berkomitmen untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat kepulauan, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan peningkatan ekonomi,” pungkasnya.

Komitmen tersebut dinilai penting mengingat masyarakat kepulauan memiliki berbagai tantangan yang berbeda dengan masyarakat di wilayah daratan. Akses terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur maupun pengembangan ekonomi membutuhkan perhatian dan kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi geografis masing-masing wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan pemerintah daerah juga melihat secara langsung kondisi keluarga korban setelah musibah kebakaran. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat yang mengalami musibah membutuhkan dukungan, baik dalam bentuk bantuan darurat maupun pendampingan untuk kembali menata kehidupan.

Keluarga korban menyambut kedatangan Wakil Bupati dan rombongan dengan penuh haru. Perhatian yang diberikan pemerintah daerah menjadi dukungan tersendiri bagi Aldi dan Fitriani yang tengah berupaya bangkit setelah kehilangan rumah dan harta benda.

Keluarga korban juga menyampaikan terima kasih atas bantuan serta perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan BAZNAS. Mereka berharap dukungan tersebut dapat membantu keluarga melewati masa sulit dan kembali menjalani kehidupan secara perlahan.

Penyerahan bantuan kemudian dilanjutkan kepada warga yang terdampak kebakaran. Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sumbawa dengan didampingi Camat Labuhan Badas, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, serta perwakilan BAZNAS Kabupaten Sumbawa.

Kunjungan tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian pemerintah tidak berhenti pada pemberian bantuan semata. Kehadiran langsung pemimpin daerah di tengah masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan emosional dan memperkuat rasa kebersamaan antara pemerintah dengan warga.

Bagi masyarakat kepulauan, perjalanan menyeberangi lautan yang dilakukan Wakil Bupati bersama rombongan memiliki makna tersendiri. Di tengah keterbatasan akses dan jarak geografis, pemerintah menunjukkan bahwa masyarakat yang berada jauh dari pusat pemerintahan tetap menjadi bagian penting dalam perhatian pembangunan daerah.

Musibah yang dialami Aldi dan Fitriani sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong. Pemerintah, lembaga sosial, masyarakat dan berbagai pihak diharapkan dapat terus bergandengan tangan membantu warga yang mengalami musibah agar dapat kembali bangkit.

Kehadiran pemerintah di Dusun Sia Sayangi pun diharapkan tidak hanya menjadi kunjungan sesaat, tetapi menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan masyarakat kepulauan terus mendapat perhatian dalam berbagai program pembangunan Kabupaten Sumbawa.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, masyarakat yang sedang menghadapi musibah diharapkan tidak merasa berjalan sendirian. Pemerintah hadir, masyarakat bergerak bersama, dan bantuan dari berbagai pihak menjadi kekuatan untuk membantu korban kembali menata kehidupan setelah musibah.