Sumbawa, Tamanews.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar kegiatan Halal Bihalal 1447 H/2026 M di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Minggu (29/3/2026), dalam suasana hangat penuh kebersamaan pasca Idul Fitri. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, pimpinan DPRD, unsur Forkopimda, para asisten, kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, organisasi wanita, tokoh agama, tokoh adat, hingga tokoh masyarakat.
Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, dalam sambutannya menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan momentum penting untuk memperbaiki hubungan sosial dan memperkuat kebersamaan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen Idul Fitri sebagai ruang saling memaafkan serta mempererat silaturahmi yang mungkin sempat renggang. “Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya mewakili pribadi, keluarga, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Di balik suasana kebersamaan tersebut, Bupati juga mengingatkan bahwa daerah tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana banjir bandang di Kecamatan Ropang hingga kebakaran di Desa Kalimango, Kecamatan Alas. Bahkan, duka mendalam turut dirasakan atas gugurnya salah satu petugas pemadam kebakaran saat menjalankan tugas.
Menurutnya, berbagai peristiwa tersebut harus menjadi pengingat penting untuk memperkuat rasa kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Selain itu, Bupati Jarot juga menyoroti dinamika global yang berpotensi berdampak pada daerah, khususnya terkait ketahanan energi. Meski demikian, ia memastikan bahwa kondisi stok bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Sumbawa saat ini masih dalam kategori aman.
Berdasarkan informasi dari pihak terkait, ketersediaan BBM saat ini mencakup sekitar 1.100 kiloliter (KL) Pertalite dan 2.000 KL Bio Solar. Dengan rata-rata penyaluran harian berkisar 150–200 KL untuk Pertalite dan lebih dari 200 KL untuk Bio Solar, stok tersebut diperkirakan mencukupi untuk beberapa hari ke depan.
Untuk menjaga stabilitas distribusi, tambahan suplai BBM juga dijadwalkan akan masuk pada 1–2 April 2026, dengan jumlah sekitar 2.000 KL Bio Solar dan 1.000 KL Pertalite.
Meski kondisi relatif aman, Bupati tetap mengingatkan pentingnya langkah antisipatif melalui penghematan energi. Ia menilai bahwa kesadaran kolektif masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN), sangat dibutuhkan dalam menjaga ketahanan energi daerah.
Sebagai langkah konkret, Bupati mengimbau seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk mulai membiasakan penggunaan sepeda saat berangkat ke kantor. Selain dapat menghemat konsumsi BBM, kebiasaan tersebut juga dinilai mampu mendorong gaya hidup sehat serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
“Gunakan energi seperlunya dan hindari pemborosan. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Sementara itu, hikmah Halal Bihalal disampaikan oleh Ustadz Madroni, S.Pd.I., yang menekankan pentingnya saling memaafkan sebagai inti dari Idul Fitri. Ia mengingatkan bahwa hubungan antar sesama akan kembali bersih dan penuh keberkahan ketika dilandasi keikhlasan dalam memaafkan.
Di akhir sambutannya, Bupati Jarot juga mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk menjadikan momentum Idul Fitri sebagai titik awal dalam meningkatkan kinerja. Ia menekankan pentingnya bekerja secara cepat, cerdas, dan terukur dengan orientasi pada hasil nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan ke depan dan terus mendorong terwujudnya daerah yang unggul, maju, dan sejahtera.


