Tamanews.id | Sumbawa, 29 Oktober 2026 – Sepekan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2026, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., turun langsung meninjau kesiapan arena utama di Lapangan Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kamis (29/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana menjelang pembukaan kegiatan pada 7 November mendatang.



Bupati ingin memastikan arena utama beserta sarana dan prasarana pendukung benar-benar siap digunakan. Persiapan yang matang dinilai penting agar pelaksanaan MTQH yang dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November 2026 dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan kenyamanan bagi peserta maupun masyarakat yang hadir.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati menekankan agar seluruh aspek penyelenggaraan mendapat perhatian serius, mulai dari kesiapan lokasi, pemasangan perlengkapan arena, penataan lingkungan, hingga kebutuhan teknis lainnya. Ia meminta panitia tidak menunda pekerjaan yang masih harus diselesaikan, mengingat waktu menuju pelaksanaan semakin dekat.
Bupati Sumbawa juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara panitia penyelenggara, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pihak yang terlibat. Sinergi tersebut diperlukan agar setiap pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal dan berbagai kendala di lapangan bisa segera ditangani.
Menurutnya, kesiapan lokasi bukan hanya berkaitan dengan tampilan arena, tetapi juga menyangkut kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Karena itu, setiap bagian persiapan harus dipastikan berjalan dengan baik sehingga pelaksanaan MTQH dapat menjadi agenda keagamaan yang tertata dan memberikan kesan positif bagi masyarakat.
MTQH sendiri menjadi salah satu kegiatan penting dalam mendorong kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan hadis. Selain menjadi ajang perlombaan bagi para peserta, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat nilai-nilai keagamaan serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan di bidang tilawah dan cabang yang diperlombakan.
Perlengkapan Arena Mulai Disiapkan
Sementara itu, Camat Alas, Usman, S.E., M.E., menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan MTQH terus dikebut oleh panitia bersama pihak terkait. Sejumlah kebutuhan perlengkapan untuk arena utama telah tersedia dan saat ini tinggal memasuki tahap pemasangan.
Persiapan serupa juga dilakukan pada arena-arena lainnya yang akan digunakan selama pelaksanaan kegiatan. Pemasangan perlengkapan dan penataan lokasi menjadi bagian dari pekerjaan yang terus dikoordinasikan agar seluruh arena dapat difungsikan sesuai kebutuhan.
Untuk penataan taman dan lingkungan sekitar arena, progres pekerjaan saat ini telah mencapai sekitar 30 persen. Pengerjaan masih dilakukan secara bertahap karena kawasan yang akan digunakan sebagai lokasi kegiatan masih dimanfaatkan oleh masyarakat.
Kondisi tersebut membuat penataan lingkungan perlu disesuaikan dengan aktivitas yang berlangsung di kawasan tersebut. Meski demikian, pemerintah kecamatan bersama panitia tetap optimistis pekerjaan dapat dituntaskan sesuai target yang telah ditetapkan.
Usman menyampaikan bahwa seluruh arena ditargetkan selesai paling lambat empat hari sebelum pembukaan atau H-4. Setelah itu, pada H-3, seluruh arena diharapkan sudah steril dari aktivitas pekerjaan dan siap digunakan untuk mendukung rangkaian kegiatan MTQH.
Target tersebut menjadi acuan bagi panitia untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dapat diselesaikan tepat waktu. Dengan demikian, menjelang hari pembukaan, perhatian dapat difokuskan pada pemeriksaan akhir, kesiapan petugas, serta kebutuhan operasional selama kegiatan berlangsung.
Koordinasi Menjadi Kunci Kelancaran
Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, koordinasi lintas pihak menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan penyelenggaraan MTQH berjalan sesuai rencana. Panitia dan seluruh unsur terkait diharapkan terus memantau perkembangan pekerjaan serta segera menyelesaikan bagian yang masih membutuhkan penanganan.
Kesiapan arena utama dan arena pendukung juga perlu diimbangi dengan penataan lingkungan yang baik agar lokasi kegiatan nyaman digunakan. Hal ini menjadi perhatian karena MTQH akan berlangsung selama sepekan dan melibatkan peserta serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.
Peninjauan langsung oleh Bupati diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap proses persiapan sekaligus memastikan setiap pihak menjalankan tanggung jawabnya. Seluruh kebutuhan penyelenggaraan perlu dipastikan sesuai standar agar tidak menimbulkan kendala ketika kegiatan telah dimulai.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap MTQH Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik di Lapangan Desa Kalimango, Kecamatan Alas. Agenda yang dijadwalkan berlangsung pada 7–14 November tersebut diharapkan tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat syiar Islam dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan hadis.


