SUMBAWA BESAR, Tamanews.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong transformasi digital di sektor pariwisata. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat kapasitas para pelaku pariwisata agar mampu mengemas potensi destinasi lokal menjadi produk wisata yang menarik dan siap dipasarkan melalui platform digital.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Pelatihan Pembuatan Paket Wisata untuk Dipasarkan melalui Online Travel Agent (OTA) Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 yang dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., Selasa (11/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama 11–13 Agustus 2026 tersebut dipusatkan di BKPSDM Kabupaten Sumbawa dan dilaksanakan secara hybrid, dengan melibatkan peserta secara langsung maupun daring.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Sektor Pariwisata Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Inneke Lady, perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Kominfotiksandi Kabupaten Sumbawa, Kepala BKPSDM Kabupaten Sumbawa, serta para peserta pelatihan.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Budi Prasetiyo menekankan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara wisatawan mencari informasi, menentukan destinasi, hingga melakukan pemesanan perjalanan.
Karena itu, menurutnya, potensi pariwisata Sumbawa yang begitu beragam harus diikuti dengan kemampuan pelaku wisata dalam memanfaatkan ruang digital.
“Potensi wisata yang kita miliki harus mampu dikemas dan dipasarkan dengan baik. Jangan sampai destinasi kita luar biasa, tetapi belum mampu menjangkau wisatawan karena cara pemasarannya masih terbatas,” ujar Sekda.
Menurutnya, kehadiran platform Online Travel Agent (OTA) menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku pariwisata di Kabupaten Sumbawa.
Melalui OTA, paket wisata yang dikembangkan oleh pelaku usaha lokal dapat diperkenalkan kepada calon wisatawan secara lebih luas, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga pasar nasional hingga internasional.
Tak Cukup Punya Destinasi Indah
Sekda Budi Prasetiyo menilai persaingan industri pariwisata saat ini tidak hanya ditentukan oleh keindahan destinasi.
Wisatawan membutuhkan informasi yang mudah diakses, pilihan paket perjalanan yang jelas, harga yang transparan, fasilitas yang memadai, serta kemudahan dalam melakukan pemesanan.
“Sekarang wisatawan mencari informasi melalui platform digital. Mereka ingin tahu destinasi yang akan dikunjungi, apa yang bisa dilakukan, berapa biayanya, bagaimana aksesnya, sampai bagaimana cara melakukan pemesanan,” jelasnya.
Karena itu, pelatihan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan pelaku pariwisata dalam mengubah potensi destinasi menjadi produk wisata yang memiliki nilai jual.
Peserta dibekali pemahaman mengenai bagaimana menyusun paket wisata, mengemas produk, menentukan informasi yang dibutuhkan wisatawan, hingga memanfaatkan OTA sebagai salah satu kanal pemasaran.
Dari Destinasi Menjadi Produk Wisata
Menurut Sekda, salah satu tantangan pengembangan pariwisata Sumbawa adalah bagaimana mengubah potensi yang ada menjadi produk yang siap ditawarkan kepada wisatawan.
Sumbawa memiliki kekayaan wisata bahari, pegunungan, budaya, kuliner, hingga wisata berbasis masyarakat. Potensi tersebut tersebar di berbagai wilayah dan memiliki karakteristik masing-masing.
Namun, destinasi yang menarik perlu dikemas menjadi pengalaman wisata yang lebih terstruktur.
Misalnya, wisatawan tidak hanya ditawarkan untuk mengunjungi sebuah objek wisata, tetapi juga diberikan pilihan paket lengkap berupa aktivitas, durasi perjalanan, transportasi, akomodasi, kuliner, hingga harga.
Dengan demikian, wisatawan akan lebih mudah menentukan pilihan sekaligus melakukan pemesanan.
Pariwisata Digital Dorong Ekonomi Masyarakat
Pemkab Sumbawa berharap digitalisasi pariwisata tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Ketika wisatawan datang, berbagai sektor ikut bergerak. Mulai dari homestay, transportasi, kuliner, UMKM, pemandu wisata, kerajinan lokal hingga ekonomi kreatif.
“Kalau kunjungan wisata meningkat, tentu yang menikmati manfaatnya bukan hanya pengelola destinasi. Ada UMKM, pelaku kuliner, transportasi, penginapan dan berbagai usaha masyarakat yang ikut bergerak,” ungkap Sekda.
Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu bagian penting dalam strategi pengembangan pariwisata Kabupaten Sumbawa.
Pelaku wisata tidak hanya dituntut mampu menjaga kualitas destinasi, tetapi juga harus memahami bagaimana memasarkan produk mereka di tengah perubahan perilaku konsumen.
Bidik Wisatawan Nasional hingga Mancanegara
Melalui pelatihan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap produk wisata lokal semakin mudah ditemukan oleh calon wisatawan.
Pemanfaatan OTA membuka peluang bagi pelaku wisata untuk memperluas jangkauan pasar tanpa harus bergantung pada promosi konvensional.
Produk wisata yang sebelumnya hanya dikenal masyarakat lokal dapat dipasarkan kepada wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan berpotensi menjangkau pasar internasional.
Sekda Budi Prasetiyo berharap peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan mulai membangun produk wisata yang lebih profesional.
Menurutnya, Sumbawa telah memiliki modal utama berupa kekayaan alam, budaya, serta potensi masyarakat. Tantangannya kini adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dikemas dan dipasarkan sesuai dengan perkembangan zaman.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya, Pemkab Sumbawa optimistis transformasi digital dapat menjadi salah satu penggerak baru pertumbuhan sektor pariwisata daerah.
Sumbawa punya destinasi. Kini saatnya destinasi itu semakin mudah ditemukan, mudah dipesan, dan semakin dikenal wisatawan.


