Single News

Di Hadapan Ribuan Jemaah, Bupati Tegaskan Peradaban Sumbawa Dimulai dari Iman, Ilmu, dan Lingkungan

SUMBAWA, Tamanews.id – Ribuan jemaah memadati Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar dalam Tabligh Akbar memperingati Milad ke-10 Pesantren Modern Internasional Dea Malela, Sabtu (11/7/2026). Momentum yang mengusung tema “Menyemai Tunas Cendekia Mewujudkan Peradaban Utama” tersebut tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga panggung penyampaian arah pembangunan karakter masyarakat Sumbawa oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, Pengasuh Pesantren Modern Internasional Dea Malela, serta ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sumbawa, bahkan dari luar daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot mengucapkan selamat atas perjalanan satu dekade Pesantren Modern Internasional Dea Malela yang dinilainya telah memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

Menurutnya, usia sepuluh tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang sebuah lembaga pendidikan dalam membangun karakter generasi bangsa.

“Peradaban besar tidak pernah lahir dari kemegahan bangunan semata, tetapi lahir dari manusia-manusia yang berilmu, beriman, berintegritas, dan memiliki kedekatan dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Bupati.

Bupati juga memberikan apresiasi atas kehadiran Ustadz Adi Hidayat yang menyampaikan tausiyah dalam Tabligh Akbar tersebut. Ia menilai antusiasme masyarakat yang memadati Masjid Agung menjadi bukti tingginya semangat umat Islam di Sumbawa dalam menuntut ilmu agama.

Pada kesempatan itu, Bupati turut memaparkan tiga gerakan utama yang saat ini terus didorong Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang unggul, maju, dan sejahtera.

Gerakan pertama adalah Sholat Subuh Berjamaah, yang secara konsisten diikuti jajaran pimpinan daerah sebagai upaya memperkuat nilai spiritual sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Gerakan kedua adalah Gerakan Zakat Progresif, yakni mengajak aparatur sipil negara (ASN), kalangan profesional, hingga para pelaku usaha untuk menyalurkan zakat profesi melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Sementara gerakan ketiga adalah Program Sumbawa Hijau Lestari melalui penanaman sejuta pohon sebagai langkah menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah kerusakan hutan.

Menurut Bupati, menjaga alam juga merupakan bagian dari ibadah yang memiliki nilai pahala berkelanjutan.

“Menanam pohon adalah sedekah. Selama pohon itu memberikan manfaat bagi manusia, hewan, maupun lingkungan, selama itu pula pahalanya terus mengalir kepada yang menanamnya,” ungkapnya.

Ia berharap semangat menjaga lingkungan dapat diwariskan kepada generasi mendatang sehingga Sumbawa tetap dikenal sebagai daerah yang hijau, memiliki sumber air yang terjaga, udara yang bersih, serta lingkungan yang lestari.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui pembangunan karakter, moral, dan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Karena itu, menurutnya, keberadaan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan memiliki integritas.

Menutup sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan apresiasi kepada Pengasuh Pesantren Modern Internasional Dea Malela, panitia penyelenggara, pengurus Masjid Agung Nurul Huda, para relawan, serta seluruh masyarakat yang telah menyukseskan pelaksanaan Milad ke-10 tersebut.

Ia berharap Pesantren Modern Internasional Dea Malela terus berkembang sebagai pusat pendidikan Islam modern yang mampu melahirkan generasi cendekia, beriman, berakhlak mulia, serta menjadi bagian penting dalam membangun peradaban yang lebih baik bagi Kabupaten Sumbawa dan Indonesia.