Single News

Data Jadi Senjata Pembangunan, Bupati Buka Sensus Ekonomi 2026 di Sumbawa

Tamanews.id | Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai langkah strategis untuk menghadirkan data ekonomi yang akurat, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah. Pencanangan tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam kegiatan Penguatan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumbawa beserta jajaran, kepala perangkat daerah, para pemangku kepentingan, serta camat se-Kabupaten Sumbawa yang mengikuti kegiatan secara langsung maupun melalui sambungan daring.

Kepala BPS Kabupaten Sumbawa, Yudi Wahyudin, S.ST., M.Si., dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Sumbawa terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, sensus yang akan dilaksanakan pada 1 hingga 31 Agustus 2026 tersebut menjadi instrumen penting untuk memotret kondisi riil perekonomian daerah.

“Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Sumbawa akan melibatkan sebanyak 279 petugas yang tersebar di seluruh kecamatan. Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan sensus tidak hanya menjadi tanggung jawab BPS semata, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, organisasi profesi, asosiasi, hingga masyarakat umum agar bersedia memberikan data dan informasi yang benar kepada petugas sensus.

Sementara itu, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dalam arahannya menegaskan bahwa pembangunan yang berkualitas tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan data yang valid dan akurat. Menurutnya, perencanaan pembangunan yang tepat sasaran hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah memiliki basis data yang kuat.

“Pembangunan yang berkualitas harus dimulai dari data yang akurat. Oleh karena itu, saya meminta seluruh camat, pemerintah desa, dan seluruh perangkat daerah untuk memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Sumbawa dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” tegas Bupati.

Bupati juga menyoroti masih adanya perbedaan data di berbagai sektor yang selama ini menjadi tantangan dalam proses perencanaan pembangunan. Karena itu, ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat untuk memberikan informasi yang sebenarnya kepada petugas sensus.

“Keberhasilan sensus ini sangat ditentukan oleh kejujuran masyarakat dalam memberikan data. Sebab, dari data yang valid itulah pemerintah dapat menyusun kebijakan yang tepat, efektif, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jarot juga memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan Kabupaten Sumbawa yang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumbawa pada tahun 2025 mencapai 4,29 persen, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 11,79 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 73,27, serta Tingkat Pengangguran Terbuka berada di angka 2,60 persen atau lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Menurut Bupati, capaian tersebut harus terus diperkuat dengan dukungan data statistik yang berkualitas agar pembangunan daerah dapat dirancang secara lebih terukur dan berkelanjutan.

“Kita ingin membangun Kabupaten Sumbawa dengan perencanaan yang berbasis data, bukan sekadar asumsi. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 ini,” ujarnya.

Sebagai simbol dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Sumbawa, Bupati Sumbawa bersama jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, dan Staf Ahli Bupati melakukan pencanangan yang ditandai dengan peniupan serunai.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Piagam Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 oleh Bupati Sumbawa bersama Kepala BPS Kabupaten Sumbawa, serta pengalungan tanda pengenal kepada perwakilan petugas sensus sebagai simbol dimulainya tahapan pendataan di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.

Dengan dimulainya Sensus Ekonomi 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap tersedianya basis data ekonomi yang lebih akurat, mutakhir, dan komprehensif, sehingga dapat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih terarah, berkelanjutan, serta mendukung visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.