Single News

Bapperida Paparkan Capaian 12 Program Prioritas Jarot-Ansori, Infrastruktur Air hingga KSP untuk 444 Mahasiswa Terus Digenjot

Tamanews.id | Sumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) memaparkan perkembangan pelaksanaan 12 program prioritas pemerintahan Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., dan Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori hingga Juni 2026. Berbagai program strategis tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi daerah, penguatan sumber daya manusia, hingga perlindungan sosial masyarakat.

Berdasarkan laporan eksekutif yang dipublikasikan Bapperida Kabupaten Sumbawa, total anggaran yang teridentifikasi dalam pelaksanaan program prioritas mencapai sekitar Rp125 miliar yang bersumber dari APBD dan sekitar Rp106 miliar dari APBN.

Program-program tersebut menjadi instrumen utama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mewujudkan visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.

Infrastruktur Air dan Irigasi Jadi Prioritas

Sektor pertanian menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Sumbawa mengalokasikan anggaran lebih dari Rp119 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi berbagai sarana penampungan air dan jaringan irigasi guna mendukung produktivitas pertanian.

Program tersebut meliputi pembangunan dan rehabilitasi embung pertanian senilai Rp408 juta, rehabilitasi jaringan irigasi usaha tani Rp4,09 miliar, pembangunan jalan usaha tani Rp8,35 miliar, serta rehabilitasi jaringan utama irigasi Ai Jati, Lekong, Selanteh, dan Sepayung yang didukung APBN sebesar Rp16,3 miliar.

Selain itu, pemerintah juga membangun jaringan irigasi air tanah di 11 lokasi dengan anggaran Rp23,4 miliar, pembangunan Embung Sebasang Kecamatan Moyo Hulu sebesar Rp12 miliar, serta peningkatan 52 ruas jaringan irigasi dengan nilai Rp54,7 miliar.

Pendapatan Daerah Terus Ditingkatkan

Dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah, Pemkab Sumbawa menargetkan peningkatan pendapatan daerah hingga 50 persen.

Hingga Juni 2026, realisasi pajak daerah telah mencapai Rp33,7 miliar atau 35,56 persen dari target RPJMD sebesar Rp94,7 miliar. Sementara retribusi daerah terealisasi sebesar Rp47,4 miliar atau 33,11 persen dari target Rp143,3 miliar.

Kemantapan Jalan Capai 54,11 Persen

Peningkatan infrastruktur jalan juga terus dilakukan. Tingkat kemantapan jalan kabupaten saat ini mencapai 54,11 persen menuju target RPJMD sebesar 80 persen.

Kondisi jalan kabupaten terdiri atas 50,49 persen dalam kondisi baik, 3,62 persen sedang, 3,72 persen rusak ringan, dan 42,17 persen rusak berat.

Berbagai kegiatan pemeliharaan dan peningkatan jalan telah dianggarkan, termasuk pemeliharaan rutin jalan swakelola, peningkatan ruas wilayah selatan, akses jalan TPA Utan, Jalan SP 3 Plampang, serta pemeliharaan berkala jalan dengan total miliaran rupiah.

Cetak Tenaga Kerja Terampil dan Mandiri

Program peningkatan kualitas sumber daya manusia terus dilakukan melalui berbagai pelatihan keterampilan.

Sebanyak 112 peserta mengikuti pelatihan tujuh kejuruan melalui APBD, sementara 80 peserta mengikuti pelatihan lima kejuruan yang dibiayai APBN. Selain itu, sebanyak 20 orang memperoleh beasiswa teknisi alat berat melalui kerja sama dengan PT Amman Mineral dan UT School.

Secara keseluruhan, program ini menyasar 192 peserta dengan dukungan anggaran sekitar Rp1,92 miliar.

Hilirisasi Industri dan Investasi Diperkuat

Pemerintah daerah juga terus mendorong industrialisasi produk unggulan daerah. Hingga pertengahan tahun ini, bantuan telah diberikan kepada 33 pelaku industri lokal dengan nilai Rp771,35 juta.

Upaya tersebut berdampak pada peningkatan investasi daerah yang tercatat mencapai 10,37 persen.

Perlindungan bagi Pekerja Rentan

Sebanyak 20 ribu pekerja rentan telah mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui dukungan dana sebesar Rp336 juta. Selain itu, 6.662 pekerja lainnya juga memperoleh perlindungan melalui dana DBHCHT dengan anggaran Rp111,9 juta.

Insentif Tokoh Agama dan Penguatan UMKM

Program kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui pemberian insentif kepada 495 guru TPQ dengan total anggaran Rp371,25 juta. Sebanyak 52 imam dan marbot masjid besar kecamatan menerima insentif Rp39 juta, serta 76 penyuluh agama Islam memperoleh dukungan sebesar Rp57 juta.

Di sektor ekonomi kerakyatan, bantuan modal usaha disalurkan kepada 28 pelaku UMKM dengan nilai Rp576,3 juta. Pemerintah juga terus mendorong kewirausahaan melalui kegiatan Car Free Day dan Car Free Night sebagai sarana promosi produk lokal.

Tata Kota dan TPP ASN Tetap Terjaga

Untuk penataan kawasan perkotaan, Pemkab Sumbawa mengalokasikan Rp1 miliar bagi program Kota Pusaka serta Rp526,5 juta untuk pengelolaan Ruang Terbuka Hijau Taman Kerato.

Di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Sumbawa tetap mampu mempertahankan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN sebesar 100 persen, termasuk TPP ke-13 dan ke-14.

Kartu Sumbawa Pintar Jangkau 444 Mahasiswa

Pada sektor pendidikan, Program Kartu Sumbawa Pintar (KSP) telah menjangkau 444 mahasiswa penerima manfaat. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Sumbawa.

Seluruh program prioritas tersebut akan terus dipacu hingga akhir periode RPJMD 2021-2026. Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat sekaligus menjadi fondasi menuju Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.