Single News

Libur Lebaran Panjang, Dikbud Sumbawa Keluarkan “Warning”: Jangan Sampai Anak Salah Arah!

Sumbawa, Tamanews.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa resmi mengeluarkan imbauan penting terkait pemanfaatan libur Lebaran 2026. Lewat Surat Edaran Nomor 400.3.5/1481/Dikbud/2026 tertanggal 11 Maret 2026, seluruh siswa diminta mengisi masa libur dengan kegiatan positif, aman, dan tetap membangun karakter.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa libur Idulfitri bukan sekadar waktu rehat dari sekolah, tetapi menjadi momen penting dalam pembentukan kepribadian anak.

“Libur Idulfitri harus dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan keluarga, meningkatkan nilai keagamaan, serta membangun karakter anak,” ujarnya.

Jadwal Libur dan Skema Guru

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan, masa libur sekolah berlangsung mulai 16 hingga 30 Maret 2026, dan kegiatan belajar mengajar akan kembali aktif pada 31 Maret 2026.

Selama periode itu, siswa diimbau memperbanyak aktivitas positif seperti bersilaturahmi, membantu orang tua, hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Sementara itu, tenaga pendidik tetap menjalankan tugas dengan sistem Work From Home (WFH) pada 16–17 Maret serta 25–28 dan 30 Maret 2026. Meski demikian, pihak sekolah diminta tetap menjaga keamanan aset, termasuk laboratorium, perpustakaan, hingga perangkat teknologi.

Fokus Keselamatan Anak

Tak hanya soal aktivitas, Dikbud juga memberi perhatian serius pada aspek keselamatan siswa selama liburan. Melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), sekolah diminta menyampaikan edukasi penting kepada siswa.

Mulai dari mengenali risiko lingkungan, memahami jalur evakuasi, hingga berhati-hati saat beraktivitas di tempat wisata seperti pantai dan gunung.

“Keselamatan anak harus menjadi perhatian bersama, baik sekolah maupun keluarga,” tegasnya.

Peran Orang Tua Jadi Kunci

Dalam imbauan tersebut, orang tua juga diminta mengambil peran aktif selama masa libur. Libur panjang dinilai sebagai kesempatan emas untuk membangun komunikasi yang lebih erat dengan anak.

Sejumlah aktivitas yang dianjurkan antara lain kegiatan bersama di rumah, membaca buku, olahraga, kegiatan seni dan budaya, hingga aktivitas keagamaan.

“Ini momen penting untuk menanamkan nilai positif sekaligus membangun kebiasaan baik pada anak,” tambahnya.

Pengawasan Gawai Diperketat

Dikbud Sumbawa juga memberi peringatan khusus terkait penggunaan gawai selama libur. Orang tua diminta lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak, membatasi waktu penggunaan, serta mengarahkan pada konten edukatif.

Langkah ini penting untuk menghindari berbagai risiko seperti paparan konten negatif, perundungan digital, hingga penyebaran informasi palsu.

Perlindungan Anak Jadi Prioritas

Selain itu, Dikbud menegaskan pentingnya perlindungan anak dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi, termasuk kekerasan fisik, psikis, hingga praktik pernikahan usia dini.

“Kita semua memiliki tanggung jawab menjaga anak-anak agar tetap aman dan terlindungi,” tutupnya.

Dengan imbauan ini, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap libur Lebaran 2026 tidak hanya menjadi waktu bersenang-senang, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang berkarakter, aman, dan produktif.