Single News

Kadis Dikbud Sumbawa Tegaskan TKA 2026 Harus Berintegritas dan Berkualitas

Tamanews.id | Sumbawa – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., menegaskan komitmen penuh jajarannya dalam menyukseskan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026 jenjang SMP/sederajat.

Dalam ekspose resminya, Budi Sastrawan menyampaikan bahwa TKA bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan instrumen strategis untuk memetakan mutu pendidikan sekaligus mengukur capaian kompetensi peserta didik secara terstandar.

“TKA ini adalah bagian dari sistem penjaminan mutu. Kita ingin mendapatkan gambaran riil tentang kemampuan akademik siswa, sehingga kebijakan pendidikan yang kita ambil benar-benar berbasis data,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan TKA 2026 mengacu pada regulasi nasional, termasuk Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025. Oleh karena itu, seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Sumbawa diwajibkan mengikuti prosedur dan ketentuan teknis secara disiplin.

Tekankan Validitas Data dan Kesiapan Sekolah

Menurut Budi, salah satu fokus utama Disdikbud adalah memastikan validasi data peserta berjalan 100 persen, baik Daftar Nominasi Sementara (DNS) maupun Daftar Nominasi Tetap (DNT). Selain itu, kesiapan teknis seperti proktor, teknisi, jaringan internet, hingga kelistrikan menjadi perhatian serius.

“Kita tidak ingin ada kendala teknis yang mengganggu konsentrasi siswa. Semua harus dipersiapkan matang, mulai dari simulasi hingga gladi bersih,” ujarnya.

Adapun jadwal pelaksanaan TKA 2026 meliputi pendaftaran peserta pada 19 Januari–28 Februari 2026, simulasi pada 23 Februari–1 Maret 2026, gladi bersih 9–17 Maret 2026, pelaksanaan utama 6–16 April 2026, serta pelaksanaan susulan 11–19 Mei 2026.

Perhatikan Aspek Inklusivitas

Budi Sastrawan juga menegaskan komitmen inklusivitas dalam pelaksanaan TKA. Sekolah yang memiliki siswa disabilitas netra diwajibkan menyediakan aplikasi pembaca layar (screen reader) seperti NVDA atau JAWS yang kompatibel dengan sistem ujian.

“Kita ingin memastikan tidak ada siswa yang tertinggal. Semua memiliki hak yang sama untuk mengikuti TKA,” katanya.

Sementara itu, mekanisme ujian susulan diberikan kepada siswa yang berhalangan hadir pada jadwal utama karena alasan keagamaan atau mengikuti kegiatan resmi seperti lomba, olimpiade, dan PKL, dengan prosedur administrasi yang jelas.

Komitmen Transparansi dan Integritas

Di akhir penyampaiannya, Budi Sastrawan menekankan pentingnya menjaga integritas dalam pelaksanaan TKA. Ia meminta seluruh kepala sekolah, pengawas, dan panitia untuk menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab.

“Integritas adalah harga mati. Kita ingin TKA 2026 di Kabupaten Sumbawa berjalan objektif, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Disdikbud Sumbawa optimistis pelaksanaan TKA 2026 dapat berjalan lancar sekaligus menjadi momentum penguatan kualitas pendidikan di daerah.

Previous slide
Next slide