Single News

Gubernur NTB Dorong Pembenahan Lombok Airport, Mandalika Dipacu Jadi Destinasi Sportainment Kelas Dunia

Tamanews.id | Mataram, Rabu, 4 Februari 2026 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memacu penguatan infrastruktur strategis guna mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai destinasi sportainment dan lifestyle kelas dunia. Salah satu fokus utama adalah percepatan pembenahan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (Lombok International Airport) sebagai gerbang utama pariwisata dan konektivitas NTB ke pasar global.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa peningkatan kualitas bandara menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya arus wisatawan dan penyelenggaraan event internasional di Mandalika. Menurutnya, bandara tidak sekadar berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga menjadi wajah pertama daerah di mata dunia.

“Saya berharap Bandara Lombok segera melakukan perbaikan fisik agar wisatawan, khususnya penumpang transit, merasa nyaman dan betah berlama-lama. Desain ruang tunggu perlu dipercantik, dan peralatan bagasi harus diperbarui dengan teknologi yang lebih modern,” ujar Gubernur Iqbal, Rabu (4/2/2026).

Selain peningkatan fasilitas umum, Gubernur Iqbal juga membuka peluang kerja sama pengelolaan layanan VIP Airport dengan pihak swasta. Layanan ini ditujukan untuk melayani tamu-tamu penting, investor, serta delegasi internasional yang datang ke NTB.

“Bandara VIP bisa kita kerjasamakan dengan pihak swasta untuk melayani tamu-tamu penting mereka. Bahkan, saya sudah menyiapkan satu unit mobil listrik sebagai bagian dari layanan ramah lingkungan,” tambahnya.

Dorongan pembenahan Lombok Airport berjalan seiring dengan pembaruan Masterplan Mandalika 2026. Kawasan seluas sekitar 1.175 hektare ini dikembangkan dengan pendekatan berkelanjutan, di mana 66 persen area bersifat developable dan 34 persen non-developable, termasuk ruang terbuka hijau publik yang mencapai 19 persen dari total kawasan.

Masterplan terbaru membagi Mandalika ke dalam sejumlah distrik tematik, seperti Kuta District, Circuit District, Marina West, West Lagoon, Golf Resort Community, hingga Merese Sunset Hill District. Beragam fasilitas unggulan disiapkan, mulai dari Sirkuit Internasional Mandalika beserta ekosistem otomotifnya, kawasan MICE, hotel dan resort bintang lima, marina, lapangan golf 27-hole, pusat budaya, hingga Mandalika Central Park sebagai ruang publik utama.

Pengembangan ini diharapkan tidak hanya memperkuat Mandalika sebagai destinasi pariwisata unggulan, tetapi juga sebagai pusat penyelenggaraan event internasional dan motor penggerak ekonomi baru di NTB.

Sementara itu, Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan komitmen InJourney dalam memperkuat Lombok dan Mandalika sebagai gerbang pariwisata dan penerbangan kelas dunia. Sebagai holding BUMN aviasi dan pariwisata, InJourney mendorong transformasi sektor penerbangan nasional melalui penguatan konektivitas internasional dan pengembangan destinasi prioritas.

“InJourney tidak hanya mengelola bandara, tetapi membangun ekosistem pariwisata terpadu dari hulu ke hilir. Karena itu, penguatan bandara, destinasi, hingga layanan pendukung harus berjalan selaras agar manfaat ekonomi dan sosialnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Maya.

Saat ini, InJourney mengelola 37 bandara dengan layanan lebih dari 156 juta penumpang per tahun, serta mengembangkan destinasi prioritas nasional seperti Mandalika, Nusa Dua, dan Golo Mori. Melalui enam pilar bisnis—bandara, layanan aviasi, pengembangan pariwisata, manajemen destinasi, perhotelan, serta ritel—InJourney mendorong pertumbuhan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan UMKM.

Di sisi lain, Lombok Airport menegaskan kesiapan menjadi hub baru pariwisata dan logistik Indonesia Timur. Dengan kapasitas terminal mencapai 7 juta penumpang per tahun dan fasilitas airside yang mampu melayani pesawat berbadan lebar hingga Boeing 777, bandara ini dinilai siap menangkap peluang pasar baru pascapandemi.

Sepanjang 2025, kinerja Lombok Airport menunjukkan pemulihan signifikan. Pergerakan penumpang dan pesawat telah melampaui 80 persen dibandingkan periode sebelum pandemi, sementara sektor kargo tumbuh lebih dari 130 persen, didorong oleh e-commerce domestik, logistik event internasional, serta komoditas perikanan.

Dari sisi konektivitas, Lombok Airport kini melayani 15 rute domestik serta rute internasional ke Singapura dan Malaysia, dengan rencana pembukaan rute baru ke Darwin, Australia. Penguatan slot penerbangan pada Summer 2026 semakin menegaskan peran Lombok sebagai penghubung strategis Bali, NTB, NTT, hingga pasar global.

Ke depan, kawasan bandara dan Selaparang Area juga akan dikembangkan sebagai pusat kreatif, sportainment, logistik, dan UMKM. Langkah ini ditujukan untuk membangun ekosistem bandara terpadu yang berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat NTB.

Previous slide
Next slide