Single News

Tantang Kreativitas Anak Muda Sumbawa, LINGKARA dan DLH Gelar “Eco Youth Challenge” Fokus Inovasi 3R

tamanews.id, SUMBAWA – Ratusan peserta dari kalangan siswa, mahasiswa, dan komunitas remaja memadati Aula Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa pada Senin, 10 November 2025, dalam rangkaian pembukaan dan workshop “Eco Youth Challenge: Kompetisi Inovasi Berbasis 3R”. Program yang diselenggarakan oleh Lembaga LINGKARA bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini bertujuan utama untuk mendorong lahirnya solusi konkret terhadap isu sampah melalui pendekatan Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).

​Ketua LINGKARA, Devira Bunga Ayudya S.I.Kom, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari Green Youth Movement, sebuah gerakan yang digagas LINGKARA untuk memobilisasi keterlibatan anak muda dalam aksi nyata pelestarian lingkungan. “Tujuan kegiatan ini jelas, yaitu menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda agar lebih peduli terhadap isu sampah dan kelestarian alam,” ujar Devira. Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa Eco Youth Challenge adalah upaya untuk mendorong lahirnya inovasi dan ide kreatif berbasis 3R sebagai solusi nyata pengelolaan sampah di berbagai tingkatan.

​Devira juga mengaitkan pelaksanaan acara dengan momentum Hari Pahlawan. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi pahlawan masa kini dengan aksi kecil, konsisten, dan nyata dalam menjaga bumi demi generasi mendatang. Ia meyakini, anak muda Sumbawa punya potensi, dan LINGKARA akan memfasilitasi ide-ide cemerlang tersebut.

​Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi workshop yang diisi oleh pemateri kompeten di bidang lingkungan. Sesi ini menghadirkan ARYAN PERDANA PUTRA, S. Si dan MAITSA FIKRI NABILA S.T., M.T yang merupakan Akademisi Lingkungan. Sesi workshop ini dirancang untuk memberikan wawasan teknis dan inspirasi kepada para peserta kompetisi agar mampu mengembangkan inovasi 3R yang tidak hanya kreatif tetapi juga aplikatif dan berkelanjutan.

​Program Eco Youth Challenge sendiri dirancang untuk menjadi wadah partisipasi aktif anak muda Sumbawa, sekaligus membangun jaringan kolaborasi lintas sekolah, komunitas, dan instansi. Diharapkan dari kompetisi ini akan muncul model-model pengelolaan sampah yang dapat direplikasi di tingkat individu, sekolah, hingga komunitas.

​Menutup rangkaian workshop dan kompetisi, LINGKARA juga mengumumkan agenda lanjutan yang tak kalah penting. Devira Bunga Ayudya mengungkapkan bahwa setelah Eco Youth Challenge, LINGKARA akan melanjutkan dengan program Sekolah Adipura. Program ini akan berfokus pada pembinaan 100 Green Influencer yang akan menjadi duta perubahan dan role model peduli lingkungan di sekolah dan masyarakat Sumbawa. Inisiatif ini menegaskan komitmen jangka panjang LINGKARA dan DLH dalam menciptakan ekosistem pemuda hijau yang berdampak positif dan berkesinambungan.