Sumbawa, Tamanews.id – Upaya penguatan pelestarian budaya terus didorong melalui kolaborasi antar daerah. Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Merliza, melaksanakan kunjungan studi banding ke Museum Daerah Kabupaten Sumbawa, Selasa (7/4/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan museum sebagai pusat pelestarian sejarah sekaligus ruang edukasi publik yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Merliza menegaskan bahwa museum memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda. Menurutnya, pengelolaan museum harus terus beradaptasi agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
“Museum tidak hanya sebagai tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi harus mampu menjadi ruang edukasi yang hidup dan menarik bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan yang profesional dan inovatif, termasuk pemanfaatan teknologi serta pengemasan informasi yang lebih komunikatif agar mampu menjangkau berbagai kalangan, khususnya generasi muda.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala UPT Museum Daerah Kabupaten Sumbawa, Ivonie Septiyanti, yang menyampaikan apresiasi atas perhatian DPRD Kabupaten Sumbawa Barat terhadap pengembangan museum.
Menurutnya, sinergi antar daerah menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan museum, baik dari sisi manajemen, program edukasi, maupun pengembangan destinasi wisata berbasis budaya.
“Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan agar museum dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Selain sebagai pusat pelestarian budaya, museum juga dinilai memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukatif. Dengan pengelolaan yang tepat, museum dapat menjadi daya tarik baru yang tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antar daerah dalam bidang kebudayaan. Ke depan, diharapkan sinergi tersebut dapat terus ditingkatkan untuk mendorong inovasi dalam pengelolaan museum.
Dengan langkah ini, museum diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyimpanan sejarah, tetapi juga menjadi pusat edukasi yang dinamis, destinasi wisata budaya, serta media pembelajaran yang mampu menanamkan nilai-nilai kearifan lokal kepada generasi masa depan.