Sumbawa, Tamanews.id – Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Sumbawa tahun ini tak sekadar menjadi agenda silaturahmi dan ibadah bersama. Di balik rangkaian salat berjamaah dan temu warga, terdapat misi penting: memastikan layanan pendidikan benar-benar berjalan optimal hingga ke pelosok kecamatan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., turut ambil bagian dalam kegiatan yang digelar Selasa (3/3/2026) tersebut. Rangkaian Safari Ramadan dimulai di Kecamatan Labangka dengan pelaksanaan Salat Zuhur berjamaah bersama masyarakat setempat.
Suasana khidmat di masjid menjadi ruang silaturahmi antara jajaran pemerintah daerah dan warga. Namun bagi Dinas Pendidikan, momentum ini juga dimanfaatkan untuk melihat langsung kondisi riil dunia pendidikan di lapangan.
Usai kegiatan keagamaan, Budi Sastrawan menyempatkan diri meninjau sejumlah fasilitas pendidikan di Labangka. Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Disdikbud dalam memastikan sarana dan prasarana sekolah tetap terjaga, layak, dan mendukung proses pembelajaran.
“Kehadiran pemerintah tidak boleh hanya seremonial. Kita harus memastikan layanan pendidikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” menjadi pesan yang terus digaungkan dalam setiap kunjungan lapangan.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Tarano untuk melaksanakan Salat Asar berjamaah. Antusiasme masyarakat menyambut rombongan Safari Ramadan menunjukkan kuatnya ikatan emosional antara pemerintah daerah dan warga.
Di Tarano, agenda tak hanya berhenti pada silaturahmi. Kepala Dinas kembali melakukan peninjauan fasilitas pendidikan guna memastikan kondisi sekolah tetap mendukung kegiatan belajar mengajar, terlebih di tengah tantangan pemerataan mutu pendidikan antarwilayah.
Safari Ramadan kali ini pun terasa lebih substansial. Selain mempererat ukhuwah Islamiyah di bulan suci, kegiatan ini menjadi sarana monitoring langsung terhadap sektor-sektor strategis, termasuk pendidikan dasar.
Pendekatan seperti ini dinilai penting, mengingat pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dengan laporan administratif. Kehadiran langsung di lapangan memberikan gambaran nyata mengenai kebutuhan sekolah, kondisi infrastruktur, hingga tantangan yang dihadapi tenaga pendidik.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Safari Ramadan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang komunikasi dua arah. Pemerintah mendengar langsung aspirasi masyarakat, sekaligus memastikan program berjalan sesuai rencana.
Melalui momentum ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas layanan pendidikan, memperkuat sinergi dengan masyarakat, serta memastikan setiap anak di Sumbawa mendapatkan hak pendidikan yang layak.
Safari Ramadan pun menjadi bukti bahwa ibadah dan pembangunan bisa berjalan beriringan, menguatkan spiritualitas, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap terjaga.