Sumbawa, Tamanews.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat fondasi pembangunan dari tingkat paling bawah. Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Penguatan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), Kamis (9/4/2026), sebagai langkah strategis mendorong efektivitas pembangunan berbasis masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, para camat, kepala desa, serta pengurus lembaga kemasyarakatan. Rakor tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan peran dan fungsi LKD serta LKK dalam mendukung perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program pembangunan di daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Jarot menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan di tingkat atas, tetapi sangat bergantung pada peran aktif masyarakat di tingkat bawah. Oleh karena itu, keberadaan LKD dan LKK, khususnya RT dan RW, memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“RT dan RW bukan sekadar struktur administratif, tetapi menjadi penghubung utama antara pemerintah dengan masyarakat. Mereka adalah garda terdepan dalam memastikan program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya,” tegasnya.
Ia juga mengakui bahwa pemahaman terhadap peran dan fungsi LKD serta LKK masih terus didalami, seiring dengan dinamika kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Karena itu, forum koordinasi seperti ini dinilai penting untuk memperkuat pemahaman bersama serta meningkatkan kualitas kinerja lembaga kemasyarakatan.
Lebih lanjut, Bupati menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif melalui RT dan RW. Menurutnya, informasi yang disampaikan pemerintah akan lebih cepat dan tepat sasaran apabila disalurkan melalui struktur yang dekat dengan masyarakat. Di sisi lain, aspirasi warga juga dapat terserap dengan lebih baik untuk kemudian menjadi bahan perumusan kebijakan.
“Komunikasi yang kuat di tingkat RT dan RW akan meminimalisir kesalahpahaman sekaligus mempercepat penyelesaian persoalan di masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jarot juga menyinggung pentingnya regenerasi dalam kepengurusan lembaga kemasyarakatan. Ia mengingatkan agar pemerintah desa tidak mengabaikan keberlanjutan organisasi, sehingga peran LKD dan LKK tetap berjalan optimal dalam jangka panjang.
Selain itu, perhatian terhadap kesejahteraan pengurus lembaga kemasyarakatan juga menjadi sorotan. Menanggapi aspirasi yang berkembang terkait minimnya insentif, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan mengkaji kemungkinan pemberian penghargaan atau insentif bagi para kader dan pengurus.
“Kita memahami bahwa mereka bekerja dengan penuh dedikasi. Oleh karena itu, ke depan akan kita kaji bagaimana bentuk penghargaan yang bisa diberikan, tentu dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah,” jelasnya.
Langkah ini dinilai sebagai sinyal positif bagi penguatan peran LKD dan LKK, sekaligus bentuk pengakuan atas kontribusi mereka dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung pembangunan di tingkat lokal.
Di akhir arahannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang solid dan partisipasi aktif seluruh elemen.
“Sinergi adalah kunci. Jika pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, maka cita-cita mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera bukan hal yang mustahil,” pungkasnya.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat peran LKD dan LKK secara lebih terarah dan terstruktur. Dengan penguatan kelembagaan di tingkat desa dan kelurahan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa optimistis pembangunan ke depan akan semakin inklusif, responsif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.