Single News

Refleksi 1 Tahun Jarot – Ansori, Sejumlah Program Unggulan Mulai Tunjukkan Hasil Nyata

Tamanews.id | Sumbawa – Satu tahun pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Jarot – Ansori, sejumlah program unggulan mulai menunjukkan capaian signifikan. Refleksi satu tahun kepemimpinan ini menyoroti tantangan sekaligus arah pembangunan Kabupaten Sumbawa ke depan, dengan fokus pada penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi, tata kelola pemerintahan, hingga penataan lingkungan dan kawasan kota.

Dalam sektor pendidikan dan kesehatan, Program Siswa Sehat Bergizi dan Kartu Sumbawa Pintar (KSP) menjadi salah satu prioritas utama. Tercatat sebanyak 33.951 siswa dan santri telah mendapatkan manfaat program pemenuhan gizi dan layanan kesehatan. Program ini menyasar sekolah dan pesantren guna memastikan generasi muda Sumbawa tumbuh dengan kondisi fisik yang sehat dan optimal.

Di bidang pendidikan tinggi, sebanyak 679 mahasiswa menerima beasiswa untuk jenjang Diploma, Strata, hingga Pascasarjana melalui dukungan APBD. Dari jumlah tersebut, 292 mahasiswa berasal dari Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), 215 mahasiswa dari Akademi Komunitas (AKOM), dan 98 mahasiswa dari Universitas Samawa (UNSA). Selain itu, Pemkab Sumbawa juga mengalokasikan anggaran Rp2,5 miliar untuk mendukung 15 mahasiswa berprestasi di bidang kedokteran dan farmasi.

Pada sektor ekonomi kerakyatan, realisasi Program Unggulan 09 menitikberatkan pada bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM serta pendampingan entrepreneur milenial. Sebanyak 224 unit usaha menerima bantuan modal, terdiri dari 145 UKM dan 79 IKM. Dana hibah sebesar Rp1,475 miliar juga telah disalurkan kepada 77 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang tersebar di berbagai kecamatan.

Bantuan tersebut mayoritas dimanfaatkan untuk pengembangan usaha kios, catering, dan industri kue rumahan. Selain itu, sebanyak 110 UMKM dibina melalui program Bale Berdaya, termasuk 21 pelaku usaha yang ditetapkan sebagai “Local Champion” di tujuh kecamatan. Pendampingan generasi milenial juga dilakukan melalui platform Bale Mula untuk mendorong lahirnya wirausaha muda mandiri.

Sementara itu, pada Program Unggulan 11 terkait peningkatan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN, pemerintah daerah mengakui implementasi belum dapat dilakukan secara menyeluruh pada 2025. Kenaikan TPP baru diberikan secara terbatas bagi ASN yang mengalami perubahan kelas jabatan resmi melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada). Kebijakan ini dipengaruhi tingginya rasio belanja pegawai serta penurunan Transfer ke Daerah (TKD) secara nasional, sehingga pemerintah memilih langkah penyesuaian demi menjaga stabilitas fiskal daerah.

Di bidang penataan lingkungan dan tata kota, Program Unggulan 10 mencatat alokasi Rp11 miliar untuk penataan lanjutan Kawasan Jempol. Pemerintah juga fokus pada penuntasan kawasan kumuh melalui perbaikan drainase dan estetika lingkungan di wilayah padat penduduk.

Agenda strategis 2026 pun telah disiapkan, meliputi finalisasi perencanaan ikon daerah seperti Saliper Ate, Pantai Goa, dan Pulau Bungin. Selain itu, pengembangan Kota Pusaka dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di sejumlah titik strategis menjadi prioritas, dengan target pelaksanaan konstruksi dimulai pada 2026.

Refleksi satu tahun ini menunjukkan bahwa pemerintahan Jarot – Ansori tengah membangun fondasi pembangunan berbasis penguatan SDM, ekonomi lokal, serta penataan kawasan secara berkelanjutan. Meski masih menghadapi tantangan fiskal dan struktural, arah pembangunan Kabupaten Sumbawa dinilai semakin terukur dan terencana.

Previous slide
Next slide