Single News

Petakan Kesiapan TKA Nasional, Dikbud Sumbawa Uji 5.538 Siswa SMP Serentak

Tamanews.id | Sumbawa Besar – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa melaksanakan Asesmen Diagnostik Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) secara serentak, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini diikuti 5.538 siswa dari 117 SMP yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa.

Asesmen diagnostik ini menjadi langkah strategis untuk memetakan kesiapan satuan pendidikan dalam menghadapi pelaksanaan TKA Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026. Melalui asesmen awal ini, Dikbud Sumbawa memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kemampuan akademik siswa sekaligus kesiapan sekolah dari sisi teknis dan sarana pendukung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si, menjelaskan bahwa asesmen diagnostik merupakan instrumen penting untuk membaca kondisi riil sekolah sebelum menghadapi asesmen nasional.

“Tujuan utama kami adalah memetakan kesiapan sekolah secara komprehensif. Dengan data dari 5.538 siswa ini, kami memiliki basis data yang kuat untuk melakukan pembinaan lanjutan, terutama dalam mengevaluasi kesiapan guru mata pelajaran agar dapat membina siswa secara lebih terarah dan intensif,” ujar Budi Sastrawan.

Ia menambahkan, fokus asesmen diarahkan pada Bahasa Indonesia dan Matematika, dua mata pelajaran utama yang menjadi lokus dalam TKA Nasional. Hasil asesmen ini akan menjadi dasar dalam merancang strategi peningkatan kompetensi siswa di masing-masing sekolah.

Tidak hanya aspek akademik, asesmen diagnostik juga dimanfaatkan Dikbud Sumbawa untuk menguji kesiapan teknis sarana dan prasarana sekolah. Mulai dari stabilitas jaringan internet, pemetaan potensi blank spot, hingga ketersediaan perangkat komputer dan fasilitas pendukung lainnya.

“Ini penting agar pelaksanaan TKA Nasional nanti tidak terkendala persoalan teknis. Dari sekarang kita sudah bisa mendeteksi sekolah-sekolah yang membutuhkan intervensi, baik dari sisi jaringan maupun perangkat,” jelasnya.

Budi Sastrawan turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pengawas Sekolah SMP yang telah menyiapkan perangkat aplikasi, instrumen soal, hingga sistem pengolahan data hasil asesmen. Apresiasi juga diberikan kepada para kepala sekolah dan guru yang telah bekerja maksimal memfasilitasi pelaksanaan asesmen di lapangan.

“Kami berharap hasil asesmen diagnostik ini benar-benar dimanfaatkan oleh sekolah sebagai kompas untuk mengenali potensi dan kelemahan siswa. Capaian hari ini harus ditindaklanjuti dengan treatment atau bimbingan khusus secara individual sesuai tingkat kemampuan masing-masing siswa,” pungkasnya.

Melalui asesmen diagnostik ini, Dikbud Kabupaten Sumbawa optimistis pelaksanaan TKA Nasional 2026 dapat berjalan lebih matang, terukur, dan berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di tingkat SMP.

Previous slide
Next slide