Single News

Pemprov NTB-Pemkab Lombok Barat Bergerak Cepat Tangani Banjir Sekotong, Kesehatan Warga Dipastikan Aman

Tamanews.id | Lombok Barat, 11 Januari 2026 — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kecamatan Sekotong pada Jumat (9/1/2026). Sejumlah langkah darurat dilakukan, mulai dari penyaluran bantuan logistik, penanganan kesehatan, hingga perencanaan pemulihan infrastruktur terdampak.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan lapangan dan hasil Rapid Health Assessment sektor kesehatan, tidak ditemukan korban yang membutuhkan penanganan medis darurat.

“Dari hasil asesmen cepat di lapangan, kondisi kesehatan warga relatif aman dan terkendali. Tidak ada kasus gawat darurat yang memerlukan rujukan medis,” jelas Ahsanul Khalik.

Meski demikian, tim kesehatan tetap melakukan langkah antisipatif untuk mencegah risiko penyakit pascabanjir. Salah satunya dengan melakukan penjernihan sumber air bersih menggunakan kaporit, menyusul adanya indikasi pencemaran di beberapa titik air warga. Selain itu, surveilans epidemiologi juga diaktifkan untuk mengantisipasi potensi munculnya penyakit seperti diare, ISPA, leptospirosis, dan demam berdarah dengue (DBD).

“Puskesmas setempat sudah disiagakan, dan pemantauan kesehatan masyarakat terus dilakukan agar tidak terjadi lonjakan kasus pascabanjir,” tambahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, Pemprov NTB melalui kolaborasi Dinas Sosial dan BPBD provinsi serta kabupaten telah menyalurkan bantuan pangan dan sandang. Penanganan di lapangan juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari aparat desa, masyarakat setempat, TNI/Polri, BPBD, hingga TAGANA, dengan koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat.

Dalam beberapa hari ke depan, pemerintah memprioritaskan langkah pemulihan, di antaranya normalisasi sungai, perbaikan jembatan penghubung antar dusun di Desa Taman Baru, serta penyaluran paket kebersihan (hygiene kit) dan perlengkapan tidur bagi warga terdampak banjir.

Banjir di Kecamatan Sekotong terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berlangsung sekitar satu jam. Berdasarkan laporan PUSDALOPS-PB, bencana tersebut berdampak pada 241 kepala keluarga (KK) di dua desa.

Wilayah terdampak meliputi Desa Taman Baru, yakni Dusun Eat Pace (118 KK), Repok Gapuk (25 KK), Taman Sejati (48 KK), dan Kelep Tengah RT 01 (15 KK), serta Desa Pesisir Mas di Dusun Raji Mas (20 KK) dan Dusun Tembowong (15 KK). Genangan air sempat masuk ke rumah warga, mengganggu aktivitas masyarakat, dan menyisakan lumpur di sejumlah ruas jalan dusun.

Pemerintah memastikan akan terus memantau kondisi lapangan hingga situasi benar-benar pulih dan aktivitas masyarakat kembali normal.

Previous slide
Next slide

Share Now