Tamanews.id | Sumbawa, 11 Februari 2026 – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa mengimbau para peternak untuk lebih memperhatikan kesehatan ternak selama musim hujan serta mulai menyiapkan cadangan pakan guna menghadapi musim kemarau mendatang.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Disnakeswan Kabupaten Sumbawa, Syafruddin, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Kabid Keswan), drh. Rini Handayani, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (11/02/2026).
Menurut drh. Rini, perubahan musim di Kabupaten Sumbawa yang cukup kontras antara musim hujan dan kemarau menuntut kesiapan serta manajemen peternakan yang lebih baik. Pada musim hujan, kelembapan yang tinggi dapat memicu munculnya berbagai penyakit pada ternak, terutama penyakit infeksi dan gangguan saluran pernapasan maupun pencernaan.
“Peternak perlu memastikan kandang tetap bersih, tidak becek, serta memiliki sirkulasi udara yang baik. Kebersihan kandang menjadi faktor utama dalam mencegah penyebaran penyakit,” ujarnya.
Selain menjaga kebersihan lingkungan kandang, peternak juga diminta memperhatikan pola pemberian pakan agar ternak tetap memiliki daya tahan tubuh yang baik. Pakan yang cukup dan berkualitas dinilai menjadi kunci menjaga produktivitas dan pertumbuhan ternak.
Di sisi lain, Disnakeswan juga mengingatkan pentingnya langkah antisipatif menghadapi musim kemarau. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, para peternak kerap mengalami kesulitan mendapatkan hijauan pakan saat kemarau panjang melanda.
“Biasanya peternak memiliki lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk membuat gudang pakan atau menyimpan cadangan pakan dari limbah pertanian seperti jerami dan sisa panen lainnya. Ini penting agar saat kemarau tidak terjadi kekurangan pakan,” jelasnya.
Ia menekankan perlunya perubahan pola beternak dari sistem tradisional menuju sistem yang lebih modern dan terintegrasi. Dengan sistem yang lebih tertata, pengawasan terhadap kondisi ternak dapat dilakukan secara rutin, termasuk pengaturan jadwal pemberian pakan dan pemantauan kesehatan hewan.
“Hal ini penting agar peternak bisa mengawasi ternaknya dengan baik, pola pemberian pakan lebih teratur, dan kesehatan ternak lebih terjamin,” tambahnya.
Lebih lanjut, drh. Rini mengingatkan bahwa manajemen pakan yang berbeda antara musim hujan dan kemarau sangat menentukan keberlanjutan usaha peternakan. Jika pakan tidak dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya pada penurunan bobot ternak, tetapi juga dapat meningkatkan angka kematian akibat malnutrisi dan penyakit musiman.
Kondisi tersebut tentu akan berdampak langsung pada pendapatan dan keberlangsungan ekonomi peternak, terutama bagi peternak skala kecil yang sangat bergantung pada hasil ternaknya.
Karena itu, Disnakeswan Kabupaten Sumbawa terus mendorong para peternak untuk lebih proaktif dalam mengelola usaha ternaknya, termasuk memanfaatkan limbah pertanian sebagai alternatif pakan, membuat cadangan pakan kering, serta rutin berkonsultasi dengan petugas kesehatan hewan jika ditemukan gejala penyakit.
“Perbedaan perlakuan pakan antara musim kemarau dan musim hujan sangat menentukan keberlanjutan ekonomi peternak di wilayah kita ini,” tutupnya.
Dengan langkah antisipatif dan manajemen yang baik, diharapkan sektor peternakan di Kabupaten Sumbawa tetap produktif dan mampu menghadapi tantangan perubahan musim secara berkelanjutan.