Sumbawa, Tamanews.id – Upaya penanaman budaya anti korupsi di lingkungan pendidikan terus diperkuat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa bersama Inspektorat setempat mendampingi Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan peninjauan lokasi kegiatan sosialisasi anti korupsi yang akan digelar dalam waktu dekat.
Peninjauan tersebut berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Kamis (9/4/2026), sebagai bagian dari persiapan teknis pelaksanaan kegiatan yang dinilai strategis dalam membangun karakter generasi muda.
Kepala Dinas Dikbud Sumbawa, Budi Sastrawan, hadir langsung mendampingi Inspektur Kabupaten Sumbawa, Didi Hermansyah, bersama tim dari KPK dalam memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Kegiatan sosialisasi ini direncanakan melibatkan tenaga pendidik serta para siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Fokus utamanya adalah menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, serta membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya budaya anti korupsi sejak dini.
Menurut Budi Sastrawan, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi masa depan. Oleh karena itu, langkah menghadirkan sosialisasi anti korupsi langsung dari KPK dinilai sebagai momentum penting yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Pendidikan karakter, khususnya terkait integritas dan kejujuran, harus dimulai sejak dini agar menjadi kebiasaan yang melekat pada peserta didik,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang dalam membangun budaya bersih di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, peninjauan lokasi dilakukan untuk memastikan seluruh aspek teknis, mulai dari kapasitas ruangan, fasilitas pendukung, hingga kesiapan peserta, dapat terpenuhi dengan baik. Hal ini penting agar kegiatan sosialisasi dapat berjalan efektif dan memberikan pemahaman yang optimal kepada peserta.
Keterlibatan KPK dalam kegiatan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pencegahan korupsi tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan edukatif yang menyasar generasi muda.
Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya dikenalkan pada bahaya korupsi, tetapi juga diajak untuk memahami nilai-nilai dasar seperti tanggung jawab, kejujuran, serta keberanian untuk menolak praktik-praktik yang menyimpang.
Dikbud Sumbawa berharap kegiatan ini menjadi awal dari program berkelanjutan dalam membangun ekosistem pendidikan yang berintegritas. Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pengawasan, dan KPK, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dalam menjunjung nilai-nilai kejujuran.
Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa perang melawan korupsi tidak cukup dilakukan di level atas, tetapi harus dimulai dari ruang-ruang kelas, tempat nilai dan karakter generasi bangsa dibentuk sejak dini.