Tamanews.id | Sumbawa — Keterbatasan infrastruktur tidak menyurutkan semangat belajar siswa SMP Negeri 3 Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Di tengah lumpuhnya jaringan internet akibat menara provider di Pulau Moyo tersambar petir, simulasi Asesmen Diagnostik Tes Kemampuan Akademik (TKA) tetap berhasil dilaksanakan pada Senin (26/1/2026).
SMP Negeri 3 Labuhan Badas yang berlokasi di Dusun Sebotok, Desa Sebotok, Kecamatan Labuhan Badas, sebelumnya telah menyiapkan seluruh kebutuhan teknis untuk pelaksanaan simulasi berbasis daring. Namun, kondisi cuaca buruk serta rusaknya satu-satunya menara jaringan di wilayah Pulau Moyo sejak dua minggu terakhir membuat akses internet di lingkungan sekolah nyaris tidak tersedia.
Akibatnya, peserta didik tidak dapat mengakses tautan simulasi asesmen karena jaringan yang sangat lemah dan tidak stabil. Menghadapi situasi tersebut, pihak sekolah tidak memilih menyerah. Para guru bersama siswa berinisiatif mencari titik jangkau sinyal alternatif ke arah pinggiran pantai, yang masih memungkinkan terhubung dengan menara Telkomsel Calabai di Kabupaten Dompu.
Dengan kondisi langit mendung, jalan berlumpur, serta medan yang cukup sulit, rombongan harus menembus kebun warga dan area terbuka demi mendapatkan akses jaringan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Meski koneksi hanya muncul secara terbatas dan tidak stabil, siswa tetap mampu mengakses tautan simulasi dan menyelesaikan seluruh rangkaian Asesmen Diagnostik TKA.
Pelaksanaan simulasi ini menjadi potret nyata tantangan dunia pendidikan di wilayah kepulauan dan daerah terpencil, khususnya terkait keterbatasan infrastruktur telekomunikasi. Namun di sisi lain, kegiatan ini juga menunjukkan tingginya motivasi belajar peserta didik serta dedikasi guru dalam memastikan hak pendidikan tetap terpenuhi.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa setiap titik sinyal yang berhasil diperoleh bukan sekadar koneksi internet, melainkan harapan bagi masa depan anak-anak Pulau Moyo. Semangat juang siswa dan guru menjadi bukti bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang untuk terus belajar dan beradaptasi.
Ke depan, pihak sekolah berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat infrastruktur telekomunikasi di wilayah kepulauan. Dengan dukungan jaringan yang memadai, diharapkan seluruh peserta didik dapat menikmati layanan pendidikan yang setara, berkualitas, dan berkeadilan.