Single News

Investasi NTB Melaju Pesat: Tembus Rp48,98 Triliun hingga September 2025

tamanews.id, Mataram – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mencatatkan kinerja investasi yang impresif. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, realisasi investasi hingga periode Januari sampai dengan September 2025 telah mencapai angka fantastis Rp48,98 triliun.

​Capaian ini menempatkan NTB pada posisi yang sangat optimis, karena telah merealisasikan sekitar 80,18 persen dari target nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi/BKPM Republik Indonesia sebesar Rp61,09 triliun untuk tahun 2025.

​Kenaikan Signifikan di Triwulan Ketiga

​Kepala Dinas PMPTSP NTB, Irnadi Kusuma, mengungkapkan adanya peningkatan signifikan terutama pada triwulan ketiga (Juli-September 2025).

​“Apabila dihitung dari Periode Juli-September 2025 saja, nilai investasi yang berhasil direalisasikan di Provinsi NTB mencapai Rp20,17 triliun,” kata Irnadi Kusuma kepada wartawan, Senin (10/11/2025) di Mataram.

​Pria yang dikenal santun dan ramah ini, yang juga mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, menegaskan bahwa kenaikan ini adalah bukti nyata iklim investasi NTB yang semakin kondusif.

​ESDM Masih Mendominasi, Pariwisata Terus Mengejar

​Analisis DPMPTSP menunjukkan bahwa sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menjadi primadona dan penyumbang terbesar realisasi investasi dengan nilai mencapai Rp16,29 triliun. Kendati demikian, sektor-sektor non-tambang juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menempati posisi kedua dengan nilai investasi sebesar Rp1,26 triliun, sementara Sektor Perindustrian menyusul di posisi ketiga dengan Rp955 miliar.

​Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Memimpin Realisasi Investasi

​Dari aspek lokasi, Kadis Irnadi Kusuma memaparkan bahwa pemerataan investasi mulai terlihat di berbagai wilayah NTB. Investasi tertinggi tercatat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan total nilai realisasi mencapai Rp15,65 triliun. Posisi berikutnya disusul oleh Kabupaten Lombok Tengah sebesar Rp2,36 triliun, dan di posisi ketiga terdapat Kabupaten Lombok Utara dengan realisasi sebesar Rp489 miliar.

​“Capaian ini menunjukkan bahwa pemerataan investasi terus berkembang di berbagai wilayah NTB, baik di Pulau Lombok maupun Sumbawa,” jelasnya, menandakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

​Dampak Positif: Serapan Tenaga Kerja Meningkat Drastis

​Dampak positif investasi juga tercermin pada penyerapan tenaga kerja. Untuk periode Juli hingga September 2025, tercatat serapan tenaga kerja mencapai 4.686 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tersebar di berbagai sektor dan daerah di NTB. Selain itu, terdapat pula 230 Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di NTB, yang umumnya bekerja pada sektor-sektor yang membutuhkan keahlian teknis dan profesional khusus, sesuai dengan regulasi ketenagakerjaan yang berlaku.

​Optimisme Raih Target Rp61,09 Triliun

​Irnadi Kusuma menegaskan bahwa kepercayaan investor yang meningkat menjadi pendorong utama capaian ini.

​“Kita terus memperkuat pelayanan perizinan berbasis OSS RBA, mendorong kemudahan berusaha, serta memperluas promosi potensi unggulan daerah. Harapannya, target investasi tahun 2025 sebesar Rp61,09 triliun dapat tercapai bahkan terlampaui,” ujar Irnadi Kusuma optimis.

​Pemerintah Provinsi NTB yakin, dengan sinergi dan dukungan dari pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat, NTB akan terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah tujuan investasi yang potensial dan berdaya saing tinggi di Indonesia.

Previous slide
Next slide