Single News

Hadapi Ancaman Bencana Musim Hujan, Pemprov NTB Siagakan 15 Ekskavator

tamanews.id — Mataram. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiagakan 15 unit ekskavator untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi meningkat seiring masuknya musim hujan.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan seluruh alat berat tersebut dalam kondisi siap digunakan kapan saja apabila terjadi keadaan darurat.

“Sekarang kita punya 15 ekskavator yang siap digunakan,” ujar Iqbal, Minggu (30/11/2025).

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat keterbatasan pada sarana pengangkut alat berat. Saat ini, Pemprov NTB hanya memiliki satu unit pengangkut ekskavator, sehingga menjadi perhatian serius dalam upaya percepatan tanggap darurat. Untuk itu, Gubernur berencana berkoordinasi dengan Kementerian PUPR guna menambah armada pendukung.

Ekskavator tersebut akan diprioritaskan untuk wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, terutama di Pulau Sumbawa. Menurut Iqbal, kawasan Kota Bima dan sekitarnya menjadi salah satu daerah yang paling rawan terdampak bencana seperti banjir dan longsor.

“Pulau Sumbawa, khususnya Kota Bima, menjadi fokus karena tingkat risikonya lebih tinggi. Kita atur agar penempatan alat berat bisa bergerak cepat,” katanya.

Iqbal mengakui jumlah alat berat yang tersedia masih belum ideal dibandingkan dengan potensi kebutuhan di lapangan. Namun, ia menegaskan kesiapsiagaan tidak hanya mengandalkan pemerintah provinsi.

“Dalam kondisi anggaran seperti sekarang, kapasitas kita memang terbatas. Karena itu, kita harus bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota serta instansi vertikal seperti Basarnas dan Balai Wilayah Sungai,” jelasnya.

Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem dan segera melapor jika muncul tanda-tanda potensi bencana.

“Kesiapsiagaan dimulai dari masyarakat. Kalau ada indikasi bahaya, segera laporkan ke BPBD terdekat,” tegasnya.

Selain itu, Pemprov NTB memastikan akan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dukungan alat berat dari pemerintah pusat dan BUMN, guna memperkuat sistem mitigasi bencana di seluruh wilayah NTB.

Previous slide
Next slide

Share Now