Tamanews — Dalam rangkaian safari kerjanya di Kabupaten Sumbawa, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menghadiri kegiatan Hari Bahasa yang digelar di SMAN 1 Sumbawa Besar.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Iqbal — yang akrab disapa Miq Iqbal — menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif sekolah dalam menggelar Lomba Resensi Buku Lokal, sebagai bagian dari perayaan Bulan Bahasa.
“Saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kepala Sekolah dan seluruh guru SMAN 1 Sumbawa Besar yang telah menginisiasi lomba resensi buku lokal ini. Ini adalah inisiatif luar biasa yang perlu direplikasi di seluruh kabupaten,” ujar Gubernur Iqbal.
Menumbuhkan Literasi dan Kecintaan pada Nilai Lokal
Gubernur Iqbal menilai peringatan Hari Bahasa merupakan langkah nyata dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus memperkuat kecintaan terhadap nilai-nilai dan khazanah lokal di tengah derasnya arus globalisasi.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat identitas lokal di tengah tantangan global yang kian menyeragamkan manusia,” ungkapnya.
Menurutnya, keunikan lokal adalah kekuatan yang harus dijaga agar bangsa tidak kehilangan jati diri.
“Kini manusia di berbagai belahan dunia cenderung sama — dari gaya hidup, makanan, hingga cara berpakaian. Padahal keunikanlah yang membuat manusia bisa bertahan dan tetap eksis di era global. Karena itu, kita harus kembali ke nilai-nilai lokal,” tegasnya.
Menggali Kembali Warisan Intelektual NTB
Dalam pidatonya, Gubernur Iqbal juga menyoroti pentingnya mengenalkan kembali tokoh-tokoh besar asal NTB yang memiliki kontribusi penting bagi sejarah nasional, namun belum dikenal luas di daerah sendiri.
Ia mencontohkan beberapa nama seperti Laksamana Lalu Manambai Abdulkadir, kapten kapal selam pertama Indonesia sekaligus duta besar pertama asal NTB; Lalu Mala Sarifuddin, Dea Guru Zainuddin Tepal Al-Sumbawi, dan Syekhuna Dea Malela.
“Mereka ini nama-nama besar yang justru lebih dikenal di luar NTB daripada di daerah sendiri. Karena itu, penting bagi kita untuk terus menggali, menulis, dan mengenalkan kembali warisan intelektual dan spiritual dari para tokoh lokal,” ujar Gubernur Iqbal.
Perpustakaan Berbasis Riset Hasanah Lokal
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga mengapresiasi upaya SMAN 1 Sumbawa Besar dalam mengembangkan Perpustakaan Berbasis Riset Hasanah Lokal, yang dibangun bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB.
Perpustakaan tersebut memiliki 5.285 judul buku dengan total 41.920 lembar, termasuk 328 karya mandiri hasil tulisan siswa, guru, dan tokoh lokal NTB.
Salah satu karya yang mendapat perhatian khusus dari Gubernur adalah buku “Dea Malela” karya Nurdin Ranggabarani, yang dianggap sebagai contoh nyata pelestarian intelektual lokal.
“Perpustakaan SMA Negeri 1 Sumbawa Besar ini bisa menjadi model bagi sekolah lain di NTB. Saya ingin setiap kabupaten punya satu perpustakaan SMA atau SMK yang menjadi pusat riset budaya dan hasanah lokal,” tandasnya.
Dukungan Pemerintah untuk Pendidikan Berkualitas
Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa kegiatan Hari Bahasa ini mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Dikbud NTB, sesuai dengan rekomendasi inovasi nomor 400.3.8.3-7968-PSMA-Dikbud/2025, tentang dukungan terhadap Program Inovasi Sekolah.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat infrastruktur dan kualitas pendidikan di seluruh wilayah NTB.
“Insya Allah dalam lima tahun ke depan, kita akan perjuangkan bersama agar seluruh sekolah di NTB memiliki sarana dan prasarana yang layak. Ini bagian dari upaya kita memastikan pendidikan NTB terus maju, makmur, dan mendunia,” pungkasnya.