Tamanews.id | Semangat menghijaukan kembali bumi Sumbawa digaungkan dari lingkungan sekolah. Lebih dari 6.700 siswa dari 12 kecamatan di Kabupaten Sumbawa mengikuti Gerakan 1 Siswa 1 Pohon yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari Program Sumbawa Hijau Lestari, Selasa (6/1/2025).



Kegiatan penanaman pohon secara serentak ini dipusatkan di SDN 2 Karang Jati, Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir. Sementara itu, ribuan siswa dari sekolah-sekolah lain di berbagai kecamatan turut ambil bagian melalui sambungan Zoom Meeting, menjadikan gerakan ini sebagai salah satu aksi lingkungan berbasis pendidikan terbesar di Kabupaten Sumbawa.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., hadir langsung dan memimpin penanaman pohon bersama para siswa. Kehadiran Bupati di tengah-tengah pelajar menjadi simbol kuat bahwa upaya pelestarian lingkungan harus dimulai sejak usia dini dan melibatkan semua lapisan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas antusiasme para siswa yang berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam aksi nyata seperti ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan lingkungan Sumbawa.
“Saya sangat bangga melihat semangat anak-anak kita. Ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi menanam kesadaran dan tanggung jawab untuk menjaga alam sejak dini,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan bahwa tantangan lingkungan di Kabupaten Sumbawa saat ini tidak bisa dipandang ringan. Masih banyak kawasan yang mengalami degradasi lingkungan, mulai dari perbukitan yang tandus, hutan yang berkurang, hingga mata air yang mulai mengering akibat kerusakan alam dan perubahan pola pemanfaatan lahan.
“Kita harus jujur mengakui, saat ini ada gunung-gunung yang gundul, hutan yang rusak, dan sumber air yang mulai hilang. Kalau tidak kita tangani bersama, dampaknya akan dirasakan oleh anak-anak kita sendiri di masa depan,” tegasnya.
Karena itu, Bupati Jarot mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Gerakan 1 Siswa 1 Pohon sebagai pemicu lahirnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Ia menekankan bahwa penghijauan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi kebiasaan dan gerakan berkelanjutan.
“Mari kita hijaukan kembali Sumbawa. Tanam pohon di rumah, di sekolah, di kantor, di tempat ibadah, dan di mana pun yang memungkinkan. Minimal satu orang menanam satu pohon,” ajaknya.
Bupati optimistis, apabila gerakan ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, maka manfaatnya akan dirasakan dalam beberapa tahun ke depan. Pohon-pohon yang ditanam hari ini diyakini akan menjadi penyangga kehidupan, menjaga ketersediaan air, serta memperbaiki kualitas lingkungan di masa mendatang.
“Lima tahun ke depan, kita akan melihat hasilnya. Pohon-pohon ini akan tumbuh besar, rindang, dan memberikan manfaat nyata. Inilah warisan terbaik yang bisa kita tinggalkan untuk generasi mendatang,” ungkapnya.
Gerakan 1 Siswa 1 Pohon ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi lingkungan yang efektif bagi pelajar, agar mereka tidak hanya memahami pentingnya menjaga alam secara teori, tetapi juga melalui praktik langsung. Dengan melibatkan ribuan siswa secara serentak, Pemkab Sumbawa menegaskan komitmennya menjadikan generasi muda sebagai motor utama dalam mewujudkan Sumbawa Hijau Lestari.
Melalui langkah sederhana namun masif ini, Kabupaten Sumbawa kembali menegaskan bahwa upaya menyelamatkan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari sekolah, ditanam hari ini, dan dipetik manfaatnya di masa depan.