Single News

Bupati Sumbawa Dipuji Legislator NTB: Respons Cepat Selamatkan Bukit Beringin Sila dari Ancaman Gundul

Tamanews.id | Kekhawatiran publik terhadap kondisi bukit-bukit di kawasan Bendungan Beringin Sila akhirnya mendapat respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Langkah tegas Bupati Sumbawa, H. Syarafuddin Jarot, mendapat apresiasi tinggi dari Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil V (Sumbawa – Sumbawa Barat), H. Salman Alfarizi, S.H., yang menilai kebijakan tersebut sebagai keputusan berani untuk menyelamatkan lingkungan.

H. Salman legislator dari Fraksi PAN mengungkapkan bahwa kondisi bukit di atas Bendungan Beringin Sila memang telah menunjukkan tanda kerusakan serius. Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan itu tampak semakin gundul dan tandus, memicu kekhawatiran meluas di tengah masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Pak Bupati. Ini kebijakan yang tegas, nyata, dan sangat diperlukan untuk menghentikan kerusakan hutan yang terus terjadi,” ujar Salman, Jumat (12/12/2025). Ia menegaskan bahwa kerusakan bukit di wilayah tersebut telah berada pada level yang mengkhawatirkan dan tidak boleh dibiarkan berlarut.

Apresiasi ini muncul setelah Bupati Jarot menyoroti langsung kerusakan lingkungan itu dalam Seminar Inovasi Daerah, Rakor Penanaman Pohon, dan Pengumuman Pemenang LIDA Kabupaten Sumbawa 2025 di Aula H. Madilaoe ADT. Di hadapan para pemangku kebijakan, akademisi, inovator, mahasiswa, dan pelajar, Bupati Jarot menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan adalah elemen penting dalam pembangunan daerah.

Menurut Bupati, kawasan bukit Beringin Sila telah ditetapkan sebagai lokasi prioritas dalam gerakan Sumbawa Bersih, Hijau, dan Lestari, termasuk program penanaman satu juta pohon. Karena itu, ia langsung menginstruksikan penertiban lapangan dan penguatan pengawasan melalui Satgas Hutan/Lingkungan.

Langkah ini sempat memunculkan polemik, terutama ketika pembentukan Satgas Hutan dikaitkan oleh pihak tertentu dengan isu pertambangan. Namun Bupati Jarot menegaskan bahwa tudingan tersebut keliru.

“Izin tambang itu kewenangan pusat. Yang kita hadapi adalah kerusakan hutan akibat illegal logging, dan itu harus segera ditangani,” tegasnya.

Saat ini, Satgas Hutan telah mulai melakukan penertiban di beberapa titik rawan. Tindakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjaga keberlanjutan ekologis Sumbawa.

Bupati Jarot menutup dengan penegasan yang mencerminkan keseriusan sikapnya.
“Saya rela masuk penjara demi menyelamatkan daerah ini, demi menyelamatkan sumber daya alam Sumbawa,” ujarnya penuh ketegasan.

Dengan langkah cepat pemerintah dan dukungan legislatif, publik berharap upaya penyelamatan bukit-bukit gundul di Beringin Sila menjadi titik balik pemulihan lingkungan di Kabupaten Sumbawa.

Previous slide
Next slide