Single News

Bupati Sumbawa Buka Festival Ojek Gabah di Songkar, Siapkan Event Lebih Besar Tahun Depan

Tamanews.id, Sumbawa – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., membuka Festival Rakyat Balap Ojek Gabah (Jaba) di Desa Songkar, Kecamatan Moyo Utara, Sabtu (11/10/2026). Festival yang diinisiasi pemuda Paroso tersebut berlangsung meriah dan diikuti para pencinta ojek gabah.

Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfotiksandi) Kabupaten Sumbawa, camat, kepala desa, serta masyarakat yang antusias menyaksikan perlombaan.

Dalam sambutannya, Bupati Jarot mengapresiasi konsistensi panitia dan para pemuda yang terus mengembangkan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan yang awalnya digelar di tingkat desa kini mulai dikenal lebih luas dan berpotensi berkembang menjadi agenda yang melibatkan peserta dari berbagai kecamatan.

Bupati juga mengaitkan keberadaan ojek gabah dengan perubahan pola aktivitas pertanian masyarakat Sumbawa. Jika dahulu kerbau menjadi bagian penting dalam mendukung kegiatan pertanian, kini penggunaan teknologi dan alat transportasi sederhana turut membantu petani mengangkut hasil panen.

“Dulu kerbau menjadi tulang punggung pertanian, tetapi sekarang sudah digantikan traktor atau kerbau Jepang. Kini, mengangkut padi menggunakan ojek gabah juga luar biasa, baik di lumpur maupun di pematang,” ujarnya.

Menurut Jarot, ojek gabah bukan hanya menjadi bagian dari aktivitas masyarakat setelah panen, tetapi juga menawarkan cara yang lebih cepat dan praktis untuk mengangkut gabah dari area persawahan. Kondisi lahan yang berlumpur dan akses pematang yang terbatas membuat ketangkasan pengemudi menjadi salah satu faktor penting dalam kegiatan tersebut.

Melalui festival ini, keterampilan pengemudi ojek gabah diuji dalam bermanuver di medan persawahan sambil membawa muatan gabah. Aktivitas yang dekat dengan keseharian petani itu kemudian dikemas menjadi perlombaan rakyat yang menarik perhatian masyarakat.

Bupati menilai kegiatan seperti ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan karena mengangkat aktivitas pertanian yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sumbawa. Selain menjadi hiburan, festival juga dapat memperkuat kebersamaan warga serta memberikan ruang bagi kreativitas para pemuda desa.

Ia berharap Festival Ojek Gabah di Desa Songkar dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah. Sejumlah kecamatan, seperti Plampang, Labangka, dan Maronge, disebut berpotensi ikut mengembangkan kegiatan serupa sehingga festival tersebut dapat tumbuh menjadi agenda yang lebih besar.

“Insya Allah, tahun depan kita buat lebih besar lagi. Selamat kepada seluruh panitia,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan peluang penyelenggaraan festival dalam skala kabupaten apabila kegiatan ojek gabah semakin berkembang di kecamatan-kecamatan lain. Dengan keterlibatan lebih banyak wilayah, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkenalkan kreativitas masyarakat di sektor pertanian.

Festival kemudian dibuka secara resmi oleh Bupati Sumbawa, dilanjutkan dengan pelepasan peserta balap ojek gabah. Antusiasme masyarakat yang hadir turut menambah semarak kegiatan yang digagas pemuda Paroso tersebut.

Melalui penyelenggaraan Festival Rakyat Balap Ojek Gabah, Desa Songkar menunjukkan bahwa aktivitas yang tumbuh dari keseharian petani dapat dikembangkan menjadi kegiatan rakyat yang menarik. Jika terus dikelola secara berkelanjutan, festival ini berpeluang menjadi salah satu agenda khas daerah yang menggabungkan tradisi pertanian, kreativitas pemuda, dan kebersamaan masyarakat Sumbawa.