Tamanews.id, Sumbawa – Sebanyak 19 perusahaan menawarkan 282 lowongan pekerjaan dalam kegiatan Job Fair 2026 yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa di halaman Kantor Disnakertrans, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Sumbawa untuk memperluas akses kerja, mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.
Bursa kerja tersebut mendapat perhatian masyarakat. Berdasarkan laporan Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, H. Khaeruddin, S.E., M.Si., sebanyak 556 pencari kerja telah mengurus kartu kuning atau kartu pencari kerja sebagai salah satu persiapan untuk mengikuti proses pencarian kerja.
Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk memperoleh pekerjaan. Melalui Job Fair 2026, pemerintah daerah berupaya membuka akses informasi lowongan secara lebih luas agar pencari kerja dapat mengetahui kebutuhan perusahaan dan mempersiapkan diri sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., yang hadir membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Job Fair 2026 merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan pemerintah daerah pada tahun ini. Menurutnya, bursa kerja menjadi sarana penting untuk mempertemukan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dengan perusahaan yang memerlukan tenaga kerja.
Ia mengakui bahwa konsep job fair masih tergolong baru bagi sebagian masyarakat Sumbawa. Selama ini, informasi lowongan pekerjaan lebih banyak diperoleh melalui papan pengumuman, situs resmi, maupun media sosial. Melalui kegiatan ini, pencari kerja dapat memperoleh informasi secara lebih langsung dan terbuka.
Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah mendorong tiga hal melalui penyelenggaraan job fair, yakni memperluas kesempatan kerja, mengembangkan usaha lokal, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing secara profesional di dunia kerja.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi perlu diikuti dengan terbukanya kesempatan kerja yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Peningkatan aktivitas ekonomi akan lebih bermakna apabila mampu menciptakan penghasilan, memperluas kesempatan berusaha, dan mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Ketiga hal ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, pertumbuhan itu harus dirasakan oleh masyarakat dengan mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.
Bupati juga menekankan bahwa bantuan sosial tetap memiliki peran dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Namun, kesempatan memperoleh pekerjaan tidak kalah penting karena dapat memberikan penghasilan dan mendorong masyarakat mencapai kehidupan yang lebih mandiri.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan dunia usaha memperkuat keterkaitan antara pelatihan tenaga kerja dengan kebutuhan nyata perusahaan. Pelatihan yang dilaksanakan melalui Balai Latihan Kerja (BLK), menurutnya, perlu didukung dengan akses terhadap kesempatan kerja agar keterampilan yang dimiliki masyarakat dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Perusahaan dan usaha membutuhkan tenaga terampil dan berkualitas. Karena itu, kita pertemukan di job fair ini,” ungkapnya.
Selain keterampilan teknis, Bupati mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi di tengah perubahan kebutuhan industri. Para pencari kerja diharapkan terus meningkatkan kompetensi dan menyesuaikan kemampuan dengan perkembangan dunia usaha agar memiliki daya saing yang lebih baik.
Ia juga meminta Disnakertrans memastikan kegiatan job fair tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi dan memantau hasil kegiatan secara terukur, termasuk jumlah peserta yang mengikuti proses rekrutmen dan mereka yang akhirnya berhasil mendapatkan pekerjaan.
Data mengenai jumlah pencari kerja, kompetensi yang dimiliki, serta hasil penempatan tenaga kerja dinilai penting untuk menjadi dasar evaluasi program sekaligus membantu pemerintah memetakan kebutuhan tenaga kerja di Kabupaten Sumbawa.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa, H. Khaeruddin, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya sempat menghadapi tantangan dalam mengupayakan partisipasi perusahaan. Namun, melalui koordinasi yang dilakukan, sebanyak 19 perusahaan akhirnya bersedia mengikuti kegiatan dengan menyediakan total 282 lowongan pekerjaan.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi dan persyaratan yang ditetapkan perusahaan.
Meski demikian, Khaeruddin menegaskan bahwa Disnakertrans tidak menentukan siapa yang akan diterima bekerja. Peran pemerintah daerah adalah memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dan perusahaan, sedangkan keputusan penerimaan tetap menjadi kewenangan masing-masing perusahaan berdasarkan kualifikasi, persyaratan, dan tahapan seleksi yang berlaku.
Disnakertrans juga memberikan perhatian terhadap tingginya minat masyarakat untuk bekerja di sektor pertambangan. Menurut Khaeruddin, lowongan di sektor tersebut akan mendapat sesi tersendiri dengan mempertimbangkan besarnya perhatian pencari kerja terhadap peluang kerja di bidang itu.
Melalui pelaksanaan job fair, pemerintah daerah berharap informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja dapat tersampaikan secara lebih terbuka. Dengan begitu, masyarakat dapat mempersiapkan kompetensi sesuai persyaratan perusahaan, sementara dunia usaha memiliki kesempatan menjangkau calon tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan operasionalnya.
Pembukaan Job Fair 2026 turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sumbawa, Kapolres Sumbawa, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan Jamkrindo, perwakilan perusahaan, serta ratusan pencari kerja. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan stan perusahaan oleh Bupati Sumbawa bersama para tamu undangan.
Dengan tersedianya 282 lowongan dari 19 perusahaan dan tingginya minat pencari kerja, Job Fair 2026 diharapkan menjadi langkah awal memperkuat hubungan antara dunia usaha, lembaga pelatihan, dan masyarakat. Namun, keberhasilan kegiatan ini pada akhirnya akan terlihat dari tindak lanjut proses rekrutmen dan jumlah pencari kerja yang benar-benar memperoleh pekerjaan.


