SUMBAWA BESAR, Tamanews.id – Semangat menjaga kelestarian lingkungan terus digelorakan di Kabupaten Sumbawa. Gerakan Sumbawa Hijau kembali diwujudkan melalui aksi nyata penanaman pohon bersama masyarakat di Desa Labuhan Kuris, Kecamatan Lape, Selasa (11/8/2026).


Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa menjaga alam bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Pencanangan dan Gerakan Sumbawa Hijau tersebut mendapat dukungan dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Sumbawa bersama Kelompok Tani “Pada Idi” Desa Labuhan Kuris.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Warga dari berbagai unsur turut mengambil bagian dalam aksi penghijauan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan di wilayah Lape.
Gerakan penanaman pohon ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya menjaga alam secara berkelanjutan. Pohon yang ditanam hari ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa satu pohon yang ditanam merupakan investasi kebaikan dan kehidupan untuk anak cucu.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa manfaat sebuah pohon tidak berhenti pada saat ditanam. Ketika tumbuh besar, pohon dapat membantu menjaga kualitas udara, mempertahankan kesuburan tanah, menyimpan air, mengurangi risiko erosi, sekaligus menjadi bagian penting dari keseimbangan ekosistem.
Karena itu, gerakan penghijauan perlu dilanjutkan secara konsisten, bukan hanya dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi juga melalui perawatan dan pemeliharaan pohon yang telah ditanam.
KKSS dan Kelompok Tani Jadi Bagian Gerakan Hijau
Keterlibatan KKSS Kabupaten Sumbawa dan Kelompok Tani “Pada Idi” menunjukkan bahwa gerakan pelestarian lingkungan dapat tumbuh dari berbagai kelompok masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi contoh bahwa organisasi kemasyarakatan dan kelompok tani dapat mengambil peran dalam mendukung agenda pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga lingkungan dan memperkuat ketahanan ekosistem.
Bagi masyarakat desa, keberadaan lingkungan yang sehat memiliki hubungan erat dengan kehidupan sehari-hari. Kelestarian sumber air, kondisi tanah, produktivitas pertanian, hingga kenyamanan lingkungan sangat dipengaruhi oleh bagaimana alam dikelola.
Karena itu, gerakan menanam pohon juga dapat dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi keberlanjutan kehidupan masyarakat.
Menanam Hari Ini, Menjaga Sumbawa di Masa Depan
Gerakan Sumbawa Hijau tidak hanya berbicara mengenai jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga mengenai perubahan cara pandang masyarakat terhadap lingkungan.
Pohon yang ditanam hari ini membutuhkan waktu untuk tumbuh. Namun, manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi yang mungkin bahkan belum lahir saat pohon tersebut ditanam.
Semangat inilah yang terus didorong melalui Gerakan Sumbawa Hijau.
Kegiatan di Labuhan Kuris diharapkan dapat menjadi pemantik bagi masyarakat di wilayah lainnya untuk melakukan aksi serupa sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan masing-masing.
Pemerintah daerah juga terus mendorong keterlibatan berbagai pihak agar upaya menjaga kawasan hijau tidak berjalan sendiri-sendiri.
Kolaborasi antara pemerintah, kelompok masyarakat, organisasi kemasyarakatan, kelompok tani, dunia usaha, komunitas, hingga generasi muda menjadi kekuatan penting dalam menjaga kelestarian alam Sumbawa.
Suasana kebersamaan yang tercipta dalam kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi. Semangat dan kehangatan warga yang hadir menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan sekaligus membangun kepedulian bersama.
Gerakan Sumbawa Hijau pada akhirnya bukan sekadar gerakan menanam pohon, tetapi gerakan menanam harapan.
Harapan agar Sumbawa tetap memiliki hutan dan ruang hijau yang terjaga, sumber air yang lestari, tanah yang subur, udara yang bersih, serta lingkungan yang nyaman bagi generasi mendatang.
Satu pohon mungkin terlihat kecil hari ini. Namun jika ditanam bersama dan dirawat dengan penuh kepedulian, ia dapat menjadi bagian dari masa depan Sumbawa yang lebih hijau dan lestari.


