Single News

Bupati Tegaskan Proyek Unggas Rp1,7 Triliun Tetap di Sumbawa, Verifikasi Lokasi Segera Dilakukan

Tamanews.id | Sumbawa, 23 Juni 2026 – Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., memastikan Proyek Hilirisasi Unggas Terintegrasi yang masuk dalam program strategis nasional tetap akan dibangun di Kabupaten Sumbawa. Kepastian tersebut disampaikan Bupati saat memimpin Apel Rutin di Halaman Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (23/6/2026).

Apel rutin tersebut diikuti para Asisten Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Staf Ahli Bupati, serta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Sumbawa, serta Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sumbawa.

Dalam arahannya, Bupati Jarot terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada Kafilah MTQ Kabupaten Sumbawa yang berhasil menorehkan prestasi pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTB Tahun 2026 dengan meraih peringkat keenam.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa, saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh tim MTQ Kabupaten Sumbawa yang telah berhasil meraih peringkat enam. Ini menunjukkan pembinaan di bidang keagamaan dan religiusitas terus mengalami peningkatan,” ujar Bupati.

Selain menyampaikan apresiasi terhadap prestasi Kafilah MTQ, Bupati Jarot juga membeberkan hasil pertemuannya dengan sejumlah pejabat pemerintah pusat dan BUMN pada ajang Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan 2026 yang berlangsung di Gorontalo beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati bertemu langsung dengan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Direktur Utama PT Berdikari, serta Direktur Hilirisasi untuk membahas percepatan realisasi Proyek Hilirisasi Unggas Terintegrasi di Pulau Sumbawa.

Menurut Bupati, hasil pertemuan tersebut membawa kabar menggembirakan bagi masyarakat Sumbawa. Pemerintah pusat bersama pihak pelaksana proyek memastikan bahwa proyek strategis tersebut tetap akan dikembangkan di Kabupaten Sumbawa.

“Berdasarkan hasil pertemuan tersebut, saya tegaskan bahwa Proyek Hilirisasi Unggas Terintegrasi tetap berada di Sumbawa. Saat ini tinggal memasuki tahap verifikasi lokasi yang dijadwalkan pada akhir Juni atau awal Juli 2026,” jelasnya.

Bupati Jarot menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan terus mengawal dan memperjuangkan proyek tersebut karena memiliki dampak ekonomi yang sangat besar bagi daerah. Proyek Hilirisasi Unggas Terintegrasi dinilai akan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Melalui proyek tersebut, ekosistem industri unggas akan dibangun secara terpadu mulai dari pembibitan, produksi pakan, budidaya, rumah potong unggas, pengolahan hasil, hingga distribusi. Kehadiran industri ini juga diyakini akan membuka peluang investasi baru dan memperkuat sektor peternakan rakyat di Kabupaten Sumbawa.

“Ini merupakan proyek strategis yang akan menghasilkan multiplier effect yang besar bagi daerah. Karena itu, pemerintah daerah akan terus mengawal dan memperjuangkannya agar segera terealisasi,” tegas Bupati.

Menurutnya, hadirnya industri unggas terintegrasi akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong tumbuhnya industri turunan yang dapat memperkuat struktur ekonomi daerah.

“Dengan adanya proyek hilirisasi ini, tentu akan semakin membuka kesempatan kerja bagi masyarakat. Ini merupakan bagian dari upaya kita mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

Proyek Hilirisasi Unggas Terintegrasi sendiri menjadi salah satu investasi strategis yang diharapkan mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumbawa sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu sentra peternakan unggas nasional.