SUMBAWA, Tamanews.id – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mendorong penguatan sektor ekonomi daerah melalui kolaborasi strategis. Salah satunya dilakukan lewat silaturahmi bersama PT Jamkrida NTB (Perseroda) yang difokuskan pada perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha dan sektor produktif.
Pertemuan yang berlangsung pada Jumat (24/4/2026) ini menjadi ruang diskusi antara pemerintah daerah dan lembaga penjaminan dalam merumuskan langkah konkret guna menghadirkan sistem pembiayaan yang lebih mudah, aman, dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai peluang kerja sama, terutama dalam mendukung pelaku UMKM agar lebih mudah mengakses kredit perbankan melalui skema penjaminan. Skema ini dinilai penting untuk menjawab kendala klasik yang selama ini dihadapi pelaku usaha, seperti keterbatasan agunan dan risiko pembiayaan.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menilai, keberadaan lembaga penjamin seperti Jamkrida memiliki peran strategis dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah, khususnya dalam mendorong tumbuhnya usaha kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan ekosistem pembiayaan di daerah semakin inklusif, sehingga pelaku usaha tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan berdaya saing.
Namun demikian, penguatan kerja sama ini juga memunculkan sejumlah pertanyaan penting.
Betianya, sejauh mana skema penjaminan ini benar-benar menjangkau pelaku usaha kecil di desa-desa yang selama ini sulit mengakses layanan keuangan formal? Apakah kemudahan akses yang digaungkan akan diikuti dengan penyederhanaan prosedur di lapangan, atau justru tetap terbentur birokrasi?
Selain itu, efektivitas program ini juga akan sangat bergantung pada literasi keuangan masyarakat. Tanpa pendampingan yang memadai, bukan tidak mungkin peluang pembiayaan justru tidak dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha.
Di sisi lain, transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan kerja sama juga menjadi hal krusial. Penguatan ekonomi tidak cukup hanya dengan membuka akses pembiayaan, tetapi juga memastikan bahwa skema yang dijalankan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Silaturahmi ini menjadi langkah awal yang positif, namun keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh implementasi di lapangan. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, lembaga penjaminan, perbankan, dan pelaku usaha menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi Sumbawa benar-benar bergerak maju dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.


