Tamanews.id | Sumbawa Besar, Senin, 9 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) kembali menerima bantuan 12.500 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk ternak. Vaksin tersebut akan diberikan kepada 12.500 ekor ternak sebagai bagian dari upaya pengendalian dan pencegahan penyebaran PMK di wilayah Sumbawa.
Namun, jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal. Berdasarkan data Disnakkeswan, kebutuhan vaksin PMK di Kabupaten Sumbawa mencapai 53.600 dosis, sementara total vaksin yang tersedia hingga saat ini baru mencapai 35.500 dosis.
Kepala Disnakkeswan Kabupaten Sumbawa melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Rini Handayani, mengakui bahwa ketersediaan vaksin masih sangat terbatas dibandingkan kebutuhan riil di lapangan.
“Memang ketersediaan vaksin kita masih sangat terbatas. Sampai sekarang kita baru menerima dropping vaksin sebanyak 35.500 dosis, sementara kebutuhan kita mencapai 53.600 dosis,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa vaksinasi merupakan langkah paling efektif untuk menekan laju penyebaran PMK, sehingga pihaknya berharap adanya tambahan alokasi vaksin baik dari Pemerintah Provinsi NTB maupun pemerintah pusat. Hal ini dinilai sangat penting mengingat Kabupaten Sumbawa termasuk wilayah dengan risiko tinggi penyebaran PMK.
“Sumbawa merupakan jalur merah penyebaran PMK. Karena itu, vaksinasi menjadi langkah utama yang harus diperkuat secara masif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Disnakkeswan juga mengajak para peternak untuk berperan aktif dalam mendukung program vaksinasi dengan cara mengumpulkan ternaknya sesuai jadwal vaksinasi yang telah ditentukan di masing-masing wilayah.
“Kami berharap para peternak bisa berpartisipasi aktif dengan mengumpulkan ternaknya saat jadwal vaksinasi di lokasi. Ini penting untuk menekan angka penyebaran PMK,” katanya.
Selain vaksinasi, masyarakat juga diminta untuk proaktif melaporkan jika menemukan gejala PMK pada hewan ternak. Pelaporan dini dinilai sangat krusial agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat sebelum terjadi penyebaran yang lebih luas.
“Laporkan segera jika ada gejala yang mengarah ke PMK. Kami akan memberikan dukungan pengobatan termasuk vaksin sebagai bagian dari upaya pengendalian penyakit,” tegas drh. Rini.
Ia juga mengingatkan bahwa di musim hujan, berbagai penyakit ternak lain turut meningkat, tidak hanya PMK, tetapi juga Septicaemia Epizootica (penyakit ngorok), Blood Disease, serta penyakit akibat parasit darah. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari para peternak.
“Peternak harus lebih memberi perhatian pada kesehatan ternaknya. Di Sumbawa kita juga sudah terbiasa menggunakan herbal, dan itu bisa tetap diberikan karena terbukti membantu daya tahan tubuh ternak. Sementara untuk vaksin, kami siap memberikan layanan jika ada laporan dari masyarakat,” jelasnya.
Upaya pengendalian PMK ini dinilai sangat penting karena berdampak langsung terhadap tata niaga ternak. Kabupaten Sumbawa selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi ternak besar yang menopang kebutuhan daerah lain.
“Kita memiliki tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun pelaku usaha ternak, untuk mencegah munculnya kembali kasus PMK. Vaksinasi harus menjadi kesadaran bersama demi menjaga kesehatan ternak dan stabilitas ekonomi peternakan,” pungkasnya.