Single News

Komitmen Peduli Lingkungan, Sekdis dan Tim Dikbud Ikut Safari Sumbawa Menanam Putaran IX

Tamanews.id | Sumbawa – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Ridwan, S.Pd., bersama jajaran turut berpartisipasi dalam kegiatan Safari Sumbawa Menanam Putaran IX yang mengusung tema “Katakan TIDAK pada Perambah Hutan”. Kegiatan tersebut berlangsung di SP2 Prode, Kecamatan Plampang, Kamis (29/1/2026).

Safari Sumbawa Menanam merupakan gerakan kolaboratif lintas sektor yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan, khususnya dalam upaya pencegahan perambahan hutan dan pemulihan ekosistem melalui aksi nyata penanaman pohon.

Kehadiran Sekretaris Dikbud Kabupaten Sumbawa bersama tim menjadi bentuk dukungan nyata sektor pendidikan terhadap program pelestarian lingkungan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Menurut Ridwan, menjaga kelestarian hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

“Lingkungan yang lestari adalah fondasi kehidupan dan masa depan generasi muda. Karena itu, Dikbud Sumbawa berkomitmen mendukung setiap gerakan yang mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga hutan dan lingkungan,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia menegaskan, pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun karakter peduli lingkungan sejak dini. Melalui kegiatan seperti Safari Sumbawa Menanam, nilai-nilai cinta alam, tanggung jawab sosial, dan kesadaran ekologis dapat ditanamkan secara konkret, tidak hanya sebatas teori di ruang kelas.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, lanjut Ridwan, akan terus mendorong penguatan literasi lingkungan hidup di satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMP. Upaya tersebut dilakukan melalui integrasi materi lingkungan dalam pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, hingga partisipasi aktif sekolah dalam gerakan penanaman pohon dan pelestarian alam.

Kegiatan Safari Sumbawa Menanam Putaran IX ini juga menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat menolak praktik perambahan hutan yang berdampak serius terhadap kerusakan lingkungan, bencana alam, serta terganggunya sumber air dan ketahanan pangan.

Dengan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat, diharapkan gerakan pelestarian lingkungan di Kabupaten Sumbawa dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.

Previous slide
Next slide